alexametrics

Gus Ipul Gagas Upah Minimum Guru

1 Mei 2018, 14:13:55 WIB

JawaPos.com – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim) Saifullah Yusuf menyapa Ikatan Guru Raudlatul Athfa (IGRA) di Kabupaten Probolinggo, Selasa (1/5). Diskusi lantas digelar. Salah satunya membahas kesejahteraan guru PAUD.

Ketua IGRA Kabupaten Probolinggo Idah Maimuna mengusulkan kepada Saifullah Yusuf atau Gus Ipul agar membuat regulasi tentang kesejahteraan guru. Di antaranya terkait gaji dan tunjangan guru.

“Pemerintah provinsi selaiknya memberikan perhatian lebih kepada guru PAUD. Beberapa program pro kesejahteraan guru PAUD yang telah berjalan selama ini, harus dianjutkan dan ditingkatkan,” ujar Idah di hadapan Gus Ipul dan peserta pertemuan.

Menanggapi usulan para guru, Gus Ipul pun menyambut baik. “Sejak dua periode lalu (menjadi Wakil Gubernur), saya adalah bagian dari perjuangan Raudlatul Athfal,” ucap Gus Ipul.

Salah satu cara meningkatkan kualitas pendidikan PAUD adalah dengan memperhatikan kualitas gurunya. “Kalau mau melihat Indonesia maju ke depan, kami lihat siswa di RA. Nah, maju tidaknya murid juga bergantung guru-gurunya. Yang jadi masalah adalah soal peningkatan kesejahteraan dan kualitas guru. Ini yang harus menjadi perhatian,” lanjut pria asal Pasuruan tersebut.

Untuk peningkatan kualitas guru PAUD, Gus Ipul akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat di bawah Dirjen PAUD. Serta melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menyelenggarakan pendidikan resmi maupun pelatihan informal kepada para guru. Pelatihan itu sekaligus bagian dari proses sertifikasi yang penting dan mendesak bagi guru swasta.

Sedangkan untuk peningkatan kesejahteraan guru PAUD, Gus Ipul merencanakan Upah Minimum Guru (UMG). Mekanismenya, pemerintah provinsi akan menetapkan besaran upah minimum bagi para guru. Seperti halnya upah minumum bagi buruh (UMR). “UMG diberikan kepada guru-guru swasta non-PNS yang selama ini menjadi tanggungan dari sekolah atau yayasan,” kata cagub nomor urut 2 tersebut.

Nantinya, Gus Ipul berharap sekolah atau yayasan tak hanya mengandalkan APBD atau APBN untuk membayar UMG. Dia akan mendorong sekolah untuk bekerja sama dengan pihak ketiga. “Sekolah juga bisa bekerja sama dengan stakeholder yang lain. Seperti halnya CSR ataupun perusahaan yang ada di sekitar lembaga itu,” imbuhnya.

Dengan konsep kebersamaan inilah, Gus Ipul optimistis pendidikan akan maju bersama-sama. “Lembaga pendidikan adalah aset bagi kami. Baik yang sudah terakreditasi maupun yang belum. Sebab di sana menjadi tempat anak-anak kami mendapat ilmu. Untuk itulah, kami berkomitmen menjaga seluruh lembaga pendidikan ini,” pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (did/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Gus Ipul Gagas Upah Minimum Guru