alexametrics

Edy Ajak Warga Pulau Kampai Terus Produksi Belacan Terenak di Dunia

1 April 2018, 16:14:07 WIB

JawaPos.com – Masa kampanye terus dimanfaatkan para Calon Gubernur (Cagub) Sumatera Utara (Sumut) mencari simpati masyarakat. Berbagai cara kreatif dilakukan untuk meningkatkan elektabilitas.

Melanjutkan safari politiknya, Cagub Sumut Edy Rahmayadi berkunjung ke Pulau Kampai, Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, pada Sabtu (31/3). Dalam rilis yang diterima, Minggu (1/4) dikatakan, Edy datang bersama istri dan rombongan disambut hangat oleh masyarakat. Tampak mendampingi mereka, tokoh masyarakat Langkat Djohar Arifin Husein.

Pulau Kampai memang dikenal menyimpan nilai-nilai kebudayaan dan peninggalan sejarah. Salah satunya Makam Datuk Panjang. Makam itu sering diziarahi oleh banyak orang dari luar daerah.

Edy Ajak Warga Pulau Kampai Terus Produksi Belacan Terenak di Dunia
Edy Rahmayadi saat berkunjung ke Pulau Kampai, Kabupaten Langkat, Sabtu (31/3). (ist/Dok. ERAMAS)

Di dalam kompleks makam itu, terdapat dua pusara berukuran panjang yang berdampingan. Satu berukuran enam meter dan yang satunya lagi mencapai empat meter lebih yang berlokasi tidak jauh dari kuburan Mas Merah.

“Menurut cerita orang tua jaman dulu, itu adalah makam seorang pemuka agama dan isterinya. Namun kisah itu sampai saat ini masih misterius. Yang jelas masyarakat Pulau Kampai menghormati makam itu dan menjaganya sebagai kekayaan budaya masa lampau pendahulu kami di pulau ini,” kata Zakaria tokoh masyarakat Pulau Kampai.

Dia menjelaskan bahwa, sejak jaman dahulu penduduk Desa Pulau Kampai, didiami oleh beberapa suku dengan latar belakang yang berbeda di antaranya, Melayu, Aceh, Jawa, Tionghoa dan etnis suku lainnya dengan jumlah penduduk saat ini mencapai kurang lebih 5 ribu jiwa.

“Meski berbeda etnis, suku dan agama, tapi seluruh warga di sini bisa hidup berdampingan secara rukun dan damai,” ujarnya.

Sebelum Indonesia merdeka, Pulau Kampai dikenal sebagai daerah penghasil lada. Ketika Indonesia merdeka, belacan produksi Pulau Kampai adalah yang terbaik di dunia, bahkan kabarnya belacan yang diproduksi oleh tenaga ahli keluarga Tionghoa secara turun temurun di desa pesisir pantai itu telah dikenal di Medan, Pulau Jawa dan mancanegara. Ternyata, Edy Rahmayadi juga tahu soal cerita Belacan Pulau Kampai.

“Belacan produksi Pulau Kampai ini paling enak di dunia. Menurut saya, tak ada yang mengimbanginya. Saya berharap ini bisa terjaga terus sampai akhir masa. Walaupun saya tahu itu tidak mudah, tapi kita harus berani mempertahankan itu. Karena belacan itu kearifan lokal kita, yang mendunia,” kata Edy.

Edy menambahkan, dirinya meyakini masyarakat Pulau Kampai ini adalah orang-orang yang bermartabat. Sebab masih menjaga sejarah dan melestarikannya.

“Peninggalan sejarah dan cerita-cerita yang menyertainya ini bisa dijadikan objek wisata. Saya tahu di sini juga ada Pulau Berawe, destinasi baru wisata pantai di Langkat. Mari kita ajak orang Sumut datang ke sini,” pungkasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Edy Ajak Warga Pulau Kampai Terus Produksi Belacan Terenak di Dunia