JawaPos Radar

Pendaki Terjebak di Gunung Rinjani

Pendaki 7 Puncak Dunia Bagikan Langkah Atasi Situasi Darurat di Gunung

31/07/2018, 11:50 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
Pendaki seven summits bicara soal langkah tepat dalam keadaan darurat di Gunung Rinjani
Mathilda Dwi Lestari (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Keadaan sekitar Gunung Rinjani masih tidak stabil usai diguncang gempa berkekuatan 6,4 skala Richter yang terjadi pada Minggu (29/07) pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) juga menyebutkan jalur pendakian tertutup material longsor, sehingga menghambat usaha penyelamatan para pendaki korban gempa.

Mathilda Dwi Lestari, Tim The Woman Of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (WISSEMU) pun ikut berkomentar. Sebagai pendaki tujuh puncak dunia, dia memberikan saran ketika dalam kondisi darurat untuk para pendaki yang terjebak, sebagaimana di Gunung Rinjani.

Walaupun, dia mengaku belum pernah mengalami hal serupa dan belum pernah mendaki Gunung Rinjani, tetapi dia tidak bisa membayangkan perasaan pendaki yang berada di Gunung Rinjani saat gempa.

Gempa Lombok
Infografis gempa Lombok dan Sumbawa. (Rofiah Darajat)

"Wah, nggak kebayang rasanya gimana, belum pernah merasakan juga," kata Mathilda pada JawaPos.com melalui pesan singkat.

Namun, jika harus berandai-andai berada di Gunung Rijani saat gempa terjadi, perempuan 23 tahun itu sebisa mungkin tidak boleh panik. Terpenting, kendalikan diri agar bisa berpikir jernih karena hal tersebut pasti sulit sekali.

"Pertama kendalikan diri dulu, jangan panik berlebihan biar bisa berpikir apa yang harus dilakukan. Lalu, sebisa mungkin langsung turun aja," jelasnya.

Kemudian, langkah selanjutnya adalah mencari keramaian dan daerah aman. Serta, cek sisa logistik yang tersisa, sehingga bisa membaginya dengan adil.

"Kalau misalnya kejebak, cari tempat aman yang lumayan deket sama base camp, menjauh dari pusat bencana, dan selalu bersama dengan keramaian. Lalu cek logistik, apa saja yang tersisa kemudian dikontrol pembagiannya untuk berapa hari kira-kira harus survive," pungkasnya.

Sebelumnya dilaporkan, tim gabungan TNI, Polri, SAR, petugas taman nasional, dan para relawan menggelar upaya evakuasi terhadap ratusan pendaki yang terperangkap di Gunung Rinjani.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi juga telah mengunjungi lokasi pengungsian di Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur untuk memastikan penanganan dampak gempa dapat diselesaikan dengan cepat dan baik. Hingga saat ini, menurut BPBD NTB, korban meninggal dunia akibat gempa Lombok mencapai 16 orang.

(ce1/yln/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up