JawaPos Radar

Jamaah Haji Paling Banyak Berisiko Kena Hipertensi

31/07/2018, 09:18 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Jamaah Haji Paling Banyak Berisiko Kena Hipertensi
Ilustrasi jamaah haji lansia di Tanah Suci menjalani perawatan karena risiko tinggi kesehatan seperti darah tinggi atau hipertensi. (Kemenkes)
Share this

JawaPos.com - Hingga kini, sebanyak 80.973 jamaah dari 201 kloter telah tiba di Tanah Suci. Dari jumlah tersebut 68,77 persen atau 55.685 orang diantaranya adalah jemaah dengan risiko tinggi (Risti) kesehatan. Rata-rata usianya di atas 60 tahun dengan penyakit penyerta seperti hipertensi, jantung, diabetes, dan lainnya.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementrian Kesehatan Eka Jusuf Singka menegaskan tingginya jamaah Risti sudah diantisipasi. Tidak hanya melalui pendekatan kesehatan saja tetapi pendekatan yang komprehensif.

"Karena memang demikianlah kondisi kesehatan jemaah kita yang mayoritas sudah Usila (usia lanjut) sudah disertai dengan penyakit penyerta. Semua pihak harus sepakat bahwa jemaah haji harus terlindungi agar dapat menjalankan ibadahnya sampai tuntas dan kembali ke Tanah Air menjadi haji Mabrur," paparnya dalam keterangan tertulis, Selasa (31/7).

Eka mengingatkan jamaah untuk menghemat tenaga menjelang Armina. "Jangan memaksakan diri untuk beraktivitas yang tidak penting. Cukup istirahat. Jaga pola makan, dan banyak minum," tegas Eka.

Hingga hari ke 13 penyelenggaraan kesehatan haji di Arab Saudi, pelayanan kesehatan jamaah diberikan di 3 tempat, yaitu di Kloter oleh Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), di Bandara oleh Tim Mobile dan di Klinik Kesehatan Haji Indinesia (KKHI). Total rawat jalan oleh TKHI sebanyak 22.059 orang (20.564 orang di Madinah dan 1.495 orang di Makkah) dan total rujukan sebanyak 273 orang (252 orang di Madinah dan 21 orang di Makkah).

"Diagnosa penyakit terbanyak rawat jalan adalah hipertensi atau darah tinggi sebanyak 3.727 orang," kata Eka.

Tim Mobile di Bandara mendata 160 jemaah mengalami masalah kesehatan. Di KKHI Madinah menerima 14 Rujukan merawat inap 41 jamaah dan merujuk 21 jemaah ke RSAS. Sementara di KKHI Makkah telah menerima 10 pasien, masih dirawat inap 7 jemaah, dan merujuk 14 jemaah ke RSAS.

Sampai hari ini sebanyak 15 jemaah wafat. Penyebab wafat terbanyak dipicu oleh penyakit jantung (11 orang). Lokasi wafat terbanyak di pondokan sebanyak 6 orang," jelas Eka.

Untuk mengingatkan jemaah senantiasa menjaga kesehatannya, Tim Promotif Preventif (TPP) telah memberi penyuluhan kepada 201 Kloter. Penyuluhan mulai diberikan ketika jemaah tiba di Bandara, di bus, pemondokan dan di masjid Nabawi.

Penyuluhan diberikan agar jemaah selalu menggunaakan alat pelindung diri (APD) lengkap setiap beraktivitas di luar pondokan. APD yang dianjurkan meliputi penggunaan payung, kacamata hitam, masker, semprotan air, dan sandal.

Selain itu, TPP juga mendistribusikan dan memasang poster dan banner berisi pesan-pesan kesehatan. Pemasangan dilakukan di sektor-sektor dan di pemondokan yang banyak dilalui jamaah.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up