JawaPos Radar

Pemudik Menuju Jateng-Jateng Diimbau Lewat Jalur Selatan

30/12/2017, 05:30 WIB | Editor: Imam Solehudin
Lalu Lintas Pantura
Jalur Puncak Bogor (Radar Bogor/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau para pemudik yang hendak menuju Jawa Tengah dan Timur, untuk memanfaatkan Jalur Selatan.

Direktur Angkutan dan Multimoda Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Cucu Mulyana mengatakan, hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi tingkat kepadatan lalu lintas di Jalur Utara.

"Jalur Selatan selama ini masih belum banyak dimanfaatkan, untuk itu diimbau untuk mengantisipasi peningkatan kepadatan di liburan Natal pada 22-23 Desember 2017, dan tahun baru 2018 pada 30-31 Desember 2017," jelas Cucu disela peninjauan sekaligus ramp check di Terminal Tipe A Banjar di Banjar, Jawa Barat, Kamis (21/12), dilansir RMOL Jabar (Jawa Pos Grup).

Cucu menegaskan seluruh jajaran di Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, diminta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pihaknya juga berharap tahun depan fungsi BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat) sebagai pengawas dan pembinaan terminal tipe A dan UPPKB (Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan Bermotor), dapat lebih optimal.

"Ini menjadi tantangan bagi kita untuk mengembalikan citra angkutan jalan. Kelebihan kita dibandingkan angkutan udara dan kereta adalah kita melayani door to door service, seperti kita melaksanakan perjalanan ke Wonosobo, naik pesawat dan kereta tidak dapat langsung sampai ke Wonosobo," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa pihaknya tidak dapat memberikan toleransi apabila masih terjadi pungutan liar.

"Saya berpesan untuk tidak melakukan pungli. Saat ini penegak hukum sudah menggunakan analisis kumulatif, dimana mereka tidak menilai besar kecilnya pungli, tetapi potensi kumulatif yang didapat dalam jangka waktu tertentu," jelasnya.

Saat melakukan ramp check terhadap bus di terminal tipe A Banjar dan Kuningan, pihaknya menemukan salah satu kendaraan yang Kartu Pengawasannya habis.

Cucu juga memergoki ruang istirahat supir yang kurang layak, dimana hanya beralaskan karpet dan meminta untuk dilakukan peningkatan fasilitas.

"Hal ini harus menjadi perhatian karena kota Banjar merupakan wilayah perlintasan perbatasan antara Jawa Barat dengan Jawa Tengah, dimana menjadi titik lelah pengendara bus," pungkas Cucu.

(mam/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up