JawaPos Radar

Ada Jutaan Sarjana Nganggur di Indonesia, Solusinya Buang ke Desa

30/05/2018, 13:42 WIB | Editor: Dimas Ryandi
sarjana
Tahun ini tercatat sudah ada 66 ribu sarjana yang berstatus pengangguran. Sebelumnya sudah ada jutaan. (JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Tahun ini diperkirakan akan ada penambahan pengangguran terdidik baru sekitar 66 ribu. Angka itu diprediksi terus bertambah, karena 2017 jumlah pengangguran lulusan diploma dan sarjana di Indonesia, mencapai 1 juta jiwa.

Data tersebut diungkapkan oleh Dekan Fakultas Fisipol UGM Erwan Agust Purwanto. Karena itu dirinya menegaskan, agar ada terobosan untuk menekan bertambahnya pengangguran terdidik itu. "Salah satunya seperti mendidik mereka untuk menjadi calon wirausahawan baru," katanya.

Dia juga mengatakan saat ini Global Entrepreneurship Index (GEI) Indonesia berada di urutan ke 97 dari 136 negara. Indonesia berada di bawah Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Salah satu penyebab rendahnya GEI Indonesia adalah kecilnya persentase jumlah wirausaha.

"Pemicunya adalah rendahnya keterampilan dan etos kewirausahaan," jelasnya.

Menurut Erwan, lingkungan perguran tinggi juga harus ikut berkontribusi menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Caranya, bisa seperti yang dilakukan oleh Fisipol UGM, yakni dengan mengembangkan kewirausahaan sosial melalui program Akademi Kewirausahaan Masyarakat (AKM).

"Melalui program AKM itu para sarjana yang belum terserap dunia kerja diberi kesempatan untuk menekui kewirausahaan sosial. Kewirausahaan yang berbasis pedesaan," jelasnya.

Pada tahap awal, program AKM akan fokus pada program cloning berbagai bentuk wirausaha berbasis pedesaan yang berhasil. Menurut dia potensi berwirausaha berbasis pedesaan sangat besar. Sebab saat ini komuditas unggul di puluhan ribu desa belum terkelola dengan baik.

Melalui keilmuannya, para sarjana peserta program AKM nantinya diterjunkan ke desa-desa. Mereka bertugas menularkan pengetahuan, keterampilan, serta jejaringnya yang dibutuhkan untuk mengembangan wirausaha berbasis desa.

"Sarjana pendamping ini akan bekerja bersama mengembangkan kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan lokal," tutur dia.

(jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up