JawaPos Radar

Kemenkes Tambah Imunisasi Anak Lanjutan, Ini Daftarnya!

28/04/2018, 14:20 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Kemenkes Tambah Imunisasi Anak Lanjutan, Ini Daftarnya!
Kemenkes mengubah konsep imunisasi dasar lengkap menjadi imunisasi rutin lengkap (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengubah konsep imunisasi dasar lengkap menjadi imunisasi rutin lengkap. Hal itu untuk mempertahankan tingkat kekebalan tubuh anak dari penyakit secara optimal.

Plt Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Murti Utami menyatakan, imunisasi rutin lengkap itu terdiri atas imunisasi dasar dan lanjutan. Imunisasi dasar saja tidak cukup, diperlukan imunisasi lanjutan untuk mempertahankan tingkat kekebalan yang optimal.

"Pemberian imunisasi disesuaikan dengan usia anak. Untuk imunisasi dasar lengkap, bayi berusia kurang dari 24 jam diberikan imunisasi Hepatitis B (HB-0)," kata Murti dalam keterangan pers, Sabtu (28/4).

Kemenkes Tambah Imunisasi Anak Lanjutan, Ini Daftarnya!
Kemenkes mengubah konsep imunisasi dasar lengkap menjadi imunisasi rutin lengkap (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Setelah itu, di usia 1 bulan anak diberikan imunisasi BCG dan Polio 1. Usia 2 bulan diberikan DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2. Usia 3 bulan diberikan DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3.

Kemudian usia 4 bulan diberikan DPT-HB-Hib 3, Polio 4 dan IPV atau Polio suntik. Dan usia 9 bulan diberikan imunisasi Campak atau MR.

Untuk imunisasi lanjutan, bayi bawah dua tahun (Baduta) usia 18 bulan diberikan imunisasi DPT-HB-Hib dan Campak/MR. Kelas 1 SD/madrasah/sederajat diberikan DT dan Campak/MR. Sementara kelas 2 dan 5 SD/madrasah/sederajat diberikan vaksin Td.

"Vaksin Hepatitis B (HB) diberikan untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang dapat menyebabkan pengerasan hati yang berujung pada kegagalan fungsi hati dan kanker hati. Imunisasi BCG diberikan guna mencegah penyakit tuberkulosis," paparnya.

Murti menambahkan, imunisasi Polio tetes diberikan 4 kali pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan untuk mencegah lumpuh layu. Imunisasi polio suntik pun diberikan 1 kali pada usia 4 bulan agar kekebalan yang terbentuk semakin sempurna.

Imunisasi Campak diberikan untuk mencegah penyakit campak yang dapat mengakibatkan radang paru berat (pneumonia), diare atau menyerang otak. Imunisasi MR diberikan untuk mencegah penyakit campak sekaligus rubella.

Menurut Murti, rubella pada anak merupakan penyakit ringan. Namun, apabila menular ke ibu hamil, terutama pada periode awal kehamilannya, dapat berakibat pada keguguran atau bayi yang dilahirkan menderita cacat bawaan.

"Seperti tuli, katarak, dan gangguan jantung bawaan," jelasnya.

Selain itu, Vaksin DPT-HB-HIB diberikan guna mencegah enam jenis penyakit. Di antaranya; Difteri, Pertusis, Tetanus, dan Hepatitis B. Serta Pneumonia (radang paru) dan Meningitis (radang selaput otak) yang disebabkan infeksi kuman Hib.

(put/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up