JawaPos Radar

BNPB Perpanjang Masa Tanggap Darurat Banjir Garut

27/09/2016, 10:46 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
BNPB Perpanjang Masa Tanggap Darurat Banjir Garut
Tim gabungan memperluas pencarian warga yang dilaporkan hilang terbawa arus banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Raka Denny/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Masa tanggap darurat banjir bandang di Garut, Jawa Barat, berakhir hari ini (27/9). Namun, bencana tersebut rupanya masih menyisakan banyak masalah alias belum rampung.

Hingga saat ini penyisiran wilayah terdampak banjir masih dilakukan untuk mencari korban yang belum ditemukan.

Kepala Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan, tanggap darurat benjana Garut masih membutuhkan perpanjangan waktu hingga 14 hari ke depan. Ini setelah melihat situasi di lapangan.

"Ada 19 korban yang belum ditemukan, masih ada RSUD dr. Slamet yang masih belum berfungsi 100% dan sekolah yang belum beroperasi," katanya dalam pesan singkatnya, Selasa (29/9).

Selain itu, pihaknya juga masih membutuhkan waktu untuk membersihkan dan mengembalikan dalam keadaan normal kembali. Namun, Willem menyerahkan kembali kepada Bupati Garut sebagai pengambil keputusan.

Dia juga mengingatkan untuk memperkuat sistem peringatan dini banjir dan longsor serta edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Hal ini disampaikan saat rapat evaluasi masa tanggap darurat bencana Garut dengan Wakil Bupati, Komandan Tanggap Darurat, Basarnas, Sestama, Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB dan pejabat SKPD setempat di Kodim 0611/Garut.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, hingga kemarin, Tim SAR berhasil menemukan satu korban hilang lagi sehingga sampai hari keenam korban meninggal berjumlah 34 orang.

"Pencarian 19 korban yang masih hilang akan difokuskan di wilayah Waduk Jati Gede Kabupaten Sumedang. Wilayah pencarian korban hilang diperluas hingga 40 kilometer dari Garut ke bagian hilir," terangnya.

"Pencarian akan menggunakan perahu karet, namun akan terkendala oleh banyaknya sampah dan kayu yang masih berserakan. Selain fokus pada pencarian korban, Tim SAR juga sudah memfokuskan upaya pembersihan khususnya di daerah Cimacan," imbuhnya.

Data BNPB hingga hari ini mencatat korban meninggal akibat banjir bandang Garut sebanyak 34 orang, sedangkan korban hilang berjumlah 19 orang.

Sementara sebanyak 6.361 jiwa masih mengungsi di 12 titik pengungsian. Begitu juga kerusakan bangunan meliputi 605 rumah rusak berat, 200 rumah rusak sedang, 961 rumah rusak ringan, 255 rumah terendam dan 283 rumah hanyut.

"Selain itu juga terdapat kerusakan sekolah, rumah ibadah, rumah sakit dan bangunan umum lainnya. Tidak mungkin mengatasi semua itu tanpa status tanggap darurat," pungkas Sutopo. (fab/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up