JawaPos Radar

Organisasi-Organisasi Penderita Kanker Bentuk A2KPI

27/03/2018, 18:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
kanker
ilustrasi kanker (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Angka kejadian kanker yang meliputi kanker payudara, serviks dan ovarium mencapai 27 persen dari seluruh jenis kanker pada perempuan dan laki-laki. Pada 2020 diperkirakan jumlah insiden kanker perempuan akan tetap lebih tinggi daripada laki-laki.

Dengan meningkatnya prevalensi kanker perempuan serta permasalahan sosio-ekonomi akibat kanker, diperlukan adanya upaya menyeluruh dan kerjasama semua pihak dalam mempercepat upaya peningkatan penanganan kanker perempuan.

Oleh karena itu, sejumlah organisasi pasien kanker membentuk Asosiasi Advokasi Kanker Perempuan Indonesia (A2KPI), Selasa (27/3).

A2KPI merupakan penegasan tentang perlunya keterlibatan organsiasi pasien dalam penyusunan kebijakan untuk perbaikan penanganan kanker perempuan. Pembentukan asosiasi ini menandai momentum perkembangan advokasi pasien di Indonesia.

“Melalui A2KPI, organisasi-organisasi pasien kanker berdiri sejajar dan sepenanggungan, menyerukan kepada pembuat kebijakan agar memprioritaskan upaya pencegahan dan perawatan kanker perempuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker perempuan di Indonesia,” kata Shanti Persada dari LOVEPINK, yang mewakili A2KPI di Kantor Kemenkes RI, Jakarta, Selasa.

Nito Nursepti dari Think Survive, Makassar, salah satu organisasi pasien pendukung A2KPI mengungkapkan, kanker perempuan menjadi fokus perhatian mengingat semakin meningkatnya prevalensi.

“Terjadinya beban sosial yang cukup luas ketika perempuan menjadi tidak produkif, kebutuhan penanganan yang masih belum terpenuhi. Meningkatnya kesenjangan akses terhadap perawatan serta kesulitan finansial yang dihadapi pasien dan keluarganya,” ujarnya.

Selain itu, kanker perempuan memicu perubahan keseimbangan sistem keluarga yang berdampak pada rumah tangga dan masyarakat secara luas. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR Syamsul Bachri menyambut baik terbentuknya A2KPI.

“Sebagai wakil rakyat, kami berkewajiban untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat,” ujar Syamsul.

Menurut Syamsul, terbentuknya A2KPI itu sebagai bentuk keikutsertaan masyarakat secara aktif dan kreatif menyampaikan aspirasi pasien kanker perempuan.

(put/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up