JawaPos Radar

Antisipasi Erupsi Gunung Agung, AirNav Siapkan 10 Bandara Alternatif

26/09/2017, 21:59 WIB | Editor: Mochamad Nur
Ngurah Rai Bali
Bandara Ngurah Rai Bali (Dok.Radar Bali/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - AirNav Indonesia telah menyiapkan rencana mitigasi bila Gunung Agung mengalami erupsi. Bahkan AirNav telah menyiapkan 10 bandara sebagai alternatif pendaratan (divert) untuk pesawat yang sedang terbang menuju Denpasar, Bali.

“Bila erupsi terjadi, maka pesawat yang akan mendarat di Bali akan dialihkan ke 10 bandara lain. Hari ini kami memanggil para General Manager di bandara-bandara tersebut ke Bali untuk melakukan rapat persiapan bila terjadi erupsi,” kata Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto dalam keterangan tertulis, Selasa (26/9).

10 bandara yang menjadi pilihan pengalihan penerbangan adalah Jakarta, Makassar, Surabaya, Balikpapan, Solo, Ambon, Manado, Praya, Kupang dan Banyuwangi. Menurutnya, 10 bandara tersebut disiapkan untuk pesawat narrow body maupun wide body dengan tujuan Denpasar, Bali.

Antisipasi Erupsi Gunung Agung, AirNav Siapkan 10 Bandara Alternatif
Bandara Ngurah Rai Bali Masih normal (Dok.Bali Express)

“Untuk pesawat berbadan lebar, bisa dialihkan ke Surabaya. Makassar bahkan Jakarta jika terjadi erupsi," jelasnya.

Novie menyampaikan, pemanggilan 10 GM ke Bali menunjukkan keseriusan AirNav dalam menyiapkan rencana mitigasi bila erupsi terjadi. Meskipun sampai saat ini, kondisi Gunung Agung belum membahayakan penerbangan karena masih sebatas mengeluarkan abu vulkanik dan hanya berupa uap air.

“Kita bahkan akan melakukan berbagai rencana, termasuk dari siai waktu terjadinya erupsi. Jadi apa yang dilakukan jika erupsi itu terjadi siang dan bagaimana kalau malam. Karena berbeda situasi trafiknya," kata Novie.

Novie menyampaikan, pihaknya berkoordinasi dengan instansi lain seperti PVMBG yang selalu memantau abu vulkanik dengan mengunakan satelit Himawari. Selain itu, AirNav Indonesia juga berkoordinasi dengan sejumlah institusi seperti BMKG serta Darwin Volcanic Ash Advisory Centre, Australia.

(cr4/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up