JawaPos Radar

MUI: Nikah Bukan Sekadar Memenuhi Kebutuhan Seks Semata

25/09/2017, 19:26 WIB | Editor: Ilham Safutra
MUI: Nikah Bukan Sekadar Memenuhi Kebutuhan Seks Semata
()
Share this image

JawaPos.com - Kasus lelang perawan dan nikah siri yang dibisniskan di website nikahsirri.com sangat mencela hukum syariah. Kendati nikah siri dibolehkan, namun itu sangat merugikan pihak perempuan. Apalagi ada namanya lelang perawan. Selama ini keperawanan itu mahkota berharga dari kaum hawa dan tidak pantas dilelang.

Atas kasus itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa'adi mengimbau masyarakat menikah secara resmi. Karena tujuan pernihakan adalah sangat luhur dan mulia untuk mengangkat harkat dan martabat manusia.

"Tidak sekadar hanya memenuhi kebutuhan nafsu dasariah manusia saja, yaitu hanya pemenuhan kebutuhan seks semata," ujar Zainut dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (25/9).

MUI: Nikah Bukan Sekadar Memenuhi Kebutuhan Seks Semata

Menurut politikus PPP ini, pernihakan merupakan intitusi yang sakral dan harus dipelihara. Tidak boleh direndahkan dan dijadikan komoditas perdagangan semata. "Jika hal tersebut terjadi maka nilai-nilai kemanusiaan," katanya.

Namun demikian, MUI mengaku pernikahan di bawah tangan atau nikah siri hukumnya sah kalau telah terpenuhi syarat dan rukun nikah. Rukun pernikahan dalam Islam antara lain: ada pengantin laki-laki, pengantin perempuan, wali, dua orang saksi laki-laki, mahar, serta ijab dan kabul. "Tetapi pernikahan tersebut bisa menjadi haram jika menimbulkan mudarat atau dampak negatif," ungkapnya.

Perkawinan seperti itu dipandang tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan dan sering kali menimbulkan dampak negatif terhadap istri dan anak yang dilahirkannya, terkait dengan hak-hak mereka seperti nafkah atau pun hak kewarisannya.

Tuntutan pemenuhan hak-hak tersebut sering kali menimbulkan sengketa. Sebab tuntutan akan sulit dipenuhi karena tidak adanya bukti catatan resmi perkawinan yang sah. "Namun demikian untuk menghindari kemudaratan. Ulama sepakat bahwa pernikahan harus dicatatkan secara resmi pada instansi yang berwenang," pungkasnya.

Sebagaimana dalam berita sebelumnya, publik dihebohkan dengan nihaksirri.com. Aplikasi itu membantu mempertemukan seseorang dengan calon mempelai idamannya. Situs ini juga mengklaim memiliki database lengkap pria dan wanita yang serius untuk menikah.

Bagi yang tertarik menjadi pengguna jasa nikahsirrih.com diharuskan untuk mendaftar sebagai member atau client dalam istilah mereka. Untuk menjadi client, seseorang diharuskan memiliki minimal satu koin mahar. Nilai per satu koinnya adalah Rp 100 ribu.

Nantinya, client akan melihat, mencari dan memilih mitra untuk dinikahi. Mitra merupakan sebutan bagi orang-orang yang bersedia mendaftar untuk menjadi mempelai.

‎Nikahsirri.com ini diketahui memiliki lima layanan utama yakni mencari istri, mencari suami, mencari penghulu, mencari saksi, dan yang paling kontroversial adalah lelang perawan. Bukan itu saja, situs ini bahkan juga membuka lelang keperjakaan.

Sedangkan untuk lelang perjaka, karena tidak bisa dibuktikan keperjakaannya lewat tes medis, maka akan dilakukan 'sumpah pocong' bagi perjaka yang menjadi mitra kami, dan dilakukan oleh tim ulama.

(cr2/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up