JawaPos Radar

Alhamdulillah, Pascagempa Situasi Lombok Berangsur Membaik

25/08/2018, 10:32 WIB | Editor: Estu Suryowati
Alhamdulillah, Pascagempa Situasi Lombok Berangsur Membaik
Diskusi bertajuk 'Lombok, Status Bencana, dan Kita', Sabtu (25/8). (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Hampir satu bulan pascagempa bumi pertama menerpa wilayah Lombok, situasi di daerah terdampak bencana masih menjadi perhatian publik. Segala upaya masih dilakukan berbagai pihak untuk pemulihan, baik dari sisi infrastruktur maupun manusianya.

Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wisnu Wijaya mengatakan, situasi di wilayah terdampak bencana secara bertahap mulai membaik. Dia memastikan hal tersebut setelah berada langsung di Lombok sejak tiga minggu lalu hingga hari ini.

"Situasinya berjalan dengan baik, perbaikan kehidupan sehari-hari sudah lebih baik dari sebelumnya," ujar Wisnu melalui saluran telepon di diskusi bertajuk 'Lombok, Status Bencana dan Kita' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/8).

Situasi terbaik terjadi dari segi insfrastruktur seperti jalan raya dan jembatan. Fasilitas tersebut masih digunakan secara normal tanpa mengalami kerusakan berarti.

"Secara insfrastruktur tidak terlalu terdampak, dari Mataram ke Lombok Timur dengan mobil kecepakatan 60-70 kilometer/jam bisa berjalan lancar tanpa ada retakan berarti," jelas Wisnu.

Namun yang masih sangat mencolok di Lombok yakni permasalahan trauma warga. Dahsyatnya gempa bumi masih membayangi benak mereka. Sehingga dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, para warga masih belum dapat maksimal.

"Trauma karena gempanya luar biasa, para petani sudah melakukan pekerjaan di kebun, tapi masih was-was," katanya.

Meski demikian situasi itu disebut tidak terlalu berdampak pada keadaan ekonomi masyarakat. Sebab, masih ada cadangan hasil kebun yang bisa dikeluarkan sewaktu-waktu untuk aktivitas jual-beli.

"Dari ekonomi karena sebagian petani perkebunan juga, itu mereka agak berbeda dari (masyarakat) di Bali. Mereka ada income (pendapatan) sehari-hari. Walaupun rumah rusak, dan ada penurunan harga mereka masih ada pemasukan," imbuh Wisnu.

Trauma pun turut dirasakan oleh aparat pemerintahan. Mereka masih ketakutan masuk ke kantor karena khawatir ada gempa susulan.

Begitu pula dengan anak-anak. Rusaknya fasilitas pendidikan menjadikan mereka sudah hampir 1 bulan tidak bersekolah. Oleh sebab itu hal ini yang harus segera didorong supaya segera dipulihkan.

"Dari pemerintahan, cenderung banyak yang rusak, walaupun yang nggak rusak juga mereka khawatir masuk ke perkantoran. Begitu pun sekolah. Ini jadi problem, karena mereka sudah 1 bulan tidak masuk sekolah, ini kita harus segera dorong mereka untuk bersekolah kembali," pungkasnya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up