JawaPos Radar

Ada Dugaan Pelecehan Seksual, Kemensos Bakal Bangun Hunian Sementara

25/08/2018, 15:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Ada Dugaan Pelecehan Seksual, Kemensos Bakal Bangun Hunian Sementara
Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Harry Hikmat, Sabtu (25/8). (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Masalah baru mulai menghampiri pengungsi gempa bumi Lombok. Belakangan muncul dugaan telah terjadi pelecehan seksual di area posko pengungsian. Kasus ini pun telah sampai ke telinga pemerintah.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Harry Hikmat mengatakan, dugaan pelecehan seksual itu tengah diselidiki oleh Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI). Jika ditemukan bukti-bukti melawan hukum, maka kasus tersebut akan dibawa ke ranah pidana.

"Ya LPAI tengah melakukan assessment, dan Kemensos bekerjasama nanti dalam prosesnya kita akan lihat. Kalau emang ada bukti-bukti mengarah ketindakan hukum kita akan proses," ujar Harry di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/8).

Meski demikian Harry masih enggan mengungkapkan hasil penyelidikan tersebut. Sebab sampai saat ini tim LPAI masih bekerja, dan belum didapati laporan akhirnya.

"Saya belum dalam laporan hasil assesmentnya, tetapi itu patut kita selidiki dan proses hukum penting kami lakukan," jelasnya.

Di sisi lain Harry tidak memungkiri jika area posko pengungsian memang rawan terjadi kejahatan. Seperti pelecehan seksual, kekerasan hingga terjadinya depresi di kehidupan posko pengungsian.

Hal itu dipicu tidak idealnya area posko pengungsian untuk ditempati dalam jangka waktu panjang. Pasalnya, puluhan keluarga berkumpul dalam satu lokasi.

Oleh sebab itu, salah satu opsi yang akan dibahas oleh pemerintah yakni pembangunan hunian sementara, seperti barak atau sejenisnya. Hal ini pernah diterapkan juga dalam penanggulangan bencana sebelumnya, seperti tsunami Aceh pada 2004 silam.

"Salah satu opsi yang sempat dipertimbangkan, kalau bangunan permanen belum bisa disiapkan secepatnya. Salah satu opsi yang harus dilakukan dalam rapat tingkat menteri apakah perlu ada hunian sementara. Artinya, yang lebih layak daripada camp," pungkas Harry.

(sat/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up