JawaPos Radar

KPPPA Sebut Pernikahan Anak Lebih Banyak Terjadi di Perdesaan

25/05/2018, 15:33 WIB | Editor: Estu Suryowati
KPPPA Sebut Pernikahan Anak Lebih Banyak Terjadi di Perdesaan
Media Talk bersama KPPPA dengan tema Perkawinan Anak di Media Center KPPPA, Jakarta, Jumat (25/5) (Reyn Gloria/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Maraknya pernikahan dini di usia anak membuat semua pihak perlu mengambil langkah antisipatif ke depan. Maka, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) pun terus menganalisis pengaruh dari pernikahan anak ini.

Asdep Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Rohika Kurniadi menjelaskan, ada sejumlah penyebab pernikahan. Penyebab yang paling sering ditemui adalah alasan ekonomi atau kemiskinan.

"Tidak hanya isu kemiskinan tapi juga kultur pemahaman masyarakat dan pemerintah daerah setempat membiarkan ini terjadi. Mirisnya, banyak juga pernikahan dini yang tidak terangkat ke publik misalnya dengan cara menikah secara siri," ujar Rohika di Gedung Media Center KPPPA, Jakarta, Jumat (25/5).

Rohika menambahkan, penyebab lain sehingga anak bisa melakukan hubungan di luar nikah yakni globalisasi. Namun, lanjutnya, yang mengejutkan adalah angka pernikahan anak teringgi justru ada di daerah perdesaan.

"Perkawinan anak di luar pernikahan paling tinggi di desa. Saya dapat informasi kalau mereka dapat sinyal di gunung ya pasti nonton pornografi. Sehingga, lebih susah sulit kalau sudah terpapar pornografi. Udah mulai eksekusi akan seperti itu," terangnya.

Maka dari itu, Rohika pun berpendapat pola pengasuhan harus berkembang. Dia menyarankan, pola pengasuhan partisipatif yang melibatkan anak.

Sebab, selama ini pola pengasuhan yang banyak diterapkan oleh orang tua adalah searah. Seharusnya, kata Rohika, orang tua membangun dialog dengan anak, kesepakatan, komitmen, dan partisipasi anak.

"Karena kami paham mereka anak jaman now. Mereka butuh dilibatkan jadi subyek yang bisa didengarkan dan dihargai. Jadi, tidak selalu 'Pokoknya-pokoknya'. Tapi, ada komunikasi," tuturnya.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up