alexametrics

Banser NU Gerak Cepat Bantu Korban Tsunami Selat Sunda

24 Desember 2018, 14:18:32 WIB

JawaPos.com – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) bergerak cepat membantu penanganan pascabencana tsunami yang melanda Banten dan Lampung. Anggota Banser NU berjibaku membantu evakuasi para korban, mendirikan posko bantuan, hingga distribusi makanan untuk para korban.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan, NU dengan berbagai komponennya senantiasa bergerak cepat membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah, termasuk terkena bencana.

“Ratusan anggota Banser bergerak turun, baik di Banten maupun di Lampung. Kami membantu para korban, mengevakuasi korban, sembari terus melantunkan doa agar Allah SWT memberi jalan terbaik untuk para korban dan keluarganya,” ujar Yaqut dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (24/12).

Banser NU, lanjut Yaqut, mempunyai satuan tugas (Satgas) atau sayap organisasi bernama Banser Siaga Bencana (Bagana). Di bawah satuan tugas ini, Banser memiliki komitmen tinggi untuk bersinergi dengan berbagai elemen lain dalam hal penanganan bencana.

“Para anggota Banser telah dilatih dengan standar tinggi untuk membantu korban bencana alam. Kami membantu menyisir dan mengevakuasi korban tsunami, sampai mendirikan posko untuk warga yang mengungsi dan mendistribusikan makanan,” ujar Yaqut.

Bersama Tim NU Peduli Bencana yang digawangi Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBINU) dan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah NU (LAZISNU), bantuan yang diberikan antara lain makanan sehat, pakaian layak, selimut, tenda, hingga perlengkapan bayi dan kebutuhan kaum perempuan.

“Kami di NU setiap saat bergotong-royong menyiapkan bantuan jika setiap saat dibutuhkan oleh saudara kita. Seperti saat terjadi tsunami, bantuan sudah siap kami distribusikan,” ujar Sekretaris NU Care-LAZISNU Pusat, Abdurrouf Amin.

“Bantuan langsung diberikan ke warga di posko-posko yang didirikan oleh NU. Aksi sosial NU ini akan terus berjalan sampai nanti pemulihan pasca-bencana, bahkan sudah disiapkan tim psikolog untuk mendampingi korban agar tidak trauma dan siap kembali menata masa depan,” imbuh Abdurrouf.

Hingga Senin (24/12) pukul 07.00 WIB ‎berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tsunami di Selat Sunda telah mengakibatkan 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi. Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak.

Korban dan kerusakan ini terdapat di 5 kabupaten terdampak yang terletak Provinsi Banten dan Lampung yang berdekatan dengan pesisir Selat Sunda, yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (gwn/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Banser NU Gerak Cepat Bantu Korban Tsunami Selat Sunda