JawaPos Radar

Cak Imin: Saya Sedih Lihat Hasil Survei PISA

24/02/2018, 16:26 WIB | Editor: Imam Solehudin
Cak Imin
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Muhaimin Iskandar ketika mengisi kuliah umum di Universitas Riau, Sabtu (24/2). (Ist/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ancaman yang kini mengintai bangsa Indonesia adalah neo kolonialisme alias penjajahan baru. Bentuknya berupa aktivitas ekonomi yang masif dari negara lain.

Bagi mereka, Indonesia dipandang sebagai pasar semata. Tenaga Kerja Asing (TKA) makin menjamur dimana-mana.

Jika tak segera diatasi, maka jangan heran lapangan kerja pribumi bisa diambil alih mereka.

Pernyataan tersebut dilontarkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar ketika mengisi kuliah umum bertajuk "Ketenagakerjaan dan Nilai Wawasan Kebangsaan" di Universitas Riau, Sabtu (24/2).

"Kuncinya adalah kita harus menginvoasi diri. Meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang dimiliki saat ini," kata dia yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan peserta yang hadir.

Terkait TKA, Cak Imin menegaskan bahwa ada dua syarat penting yang harus ditetapkan.
Pertama, apakah mereka bawa uang? Kedua, apakah mereka ahli?.

"Kalau nggak bawa modal dan skill, pasti ditolak. Ngapain? Warga kita juga masih banyak yang menganggur. Pengangguran di tingkat sarjana saja 11,33%," jelas Inisiator Nusantara Mengaji itu.

"Yang meresahkan itu kan yang ilegal : sudah nggak bawa uang, nggak punya keahlian pula. Nah, itu tugas gotong royong aparat imigrasi, polisi dan warga. Ayo laporkan," tegas dia.

Cak Imin berpesan agar kualitas tenaga kerja dalam negeri harus ditingkatkan. Dia lantas menyitir hasil penelitian dari lembaga riset PISA soal tingkat kemampuan membaca, sains, dan matematika anak-anak Indoensia.

"Saya sedih, kita berada di bawah Singapura, Vietnam, Thailand dan Malaysia. Bahkan jauh berada di bawah standar OECD (organisasi kerja sama ekonomi dan pembangunan). Ini problem yang harus kita solusikan segera," pungkas mantan Menakertrans tersebut.

Acara yang digelar di Gedung Pasca Sarjana UNRI pada Sabtu (24/2) itu dibuka Rektor Unri Aras Mulyadi. Turut hadir jajaran dekan serta sekitar 500 mahasiswa setempat.

(mam/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up