alexametrics

Cerita Ahokers yang Menanti sang Idola Dengan Bermalam di Rutan

24 Januari 2019, 11:56:38 WIB

JawaPos.com – Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok mulai bebas dari masa hukuman hari ini (24/1). Dia telah berstatus bebas murni alias sudah menjalani seluruh masa pemidanaan selama dua tahun penjara dalam kasus penodaan agama. Masa hukuman itu dikurangi remisi 3 bulan dan 15 hari.

Ahokers -sebutan sahabat dan simpatisan Ahok- sudah tidak sabar menunggu pujaannya itu bebas. Mulai kemarin sore hingga tadi malam (23/1) pukul 22.00, mereka berdatangan ke lokasi pemidanaan mantan gubernur DKI Jakarta tersebut di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Mereka ingin menyaksikan detik-detik keluarnya Ahok dari selnya pagi ini.

Mayoritas berdatangan dari Depok dan Jakarta. Mereka datang berkemeja merah kotak-kotak yang selama ini menjadi simbol baju Ahok. Mereka membawa perlengkapan untuk persiapan menginap. Ada bekal makanan, termos, air mineral, lilin, dan barang-barang lainnya. Sebagian lagi menyiapkan karangan bunga dan spanduk berisi ucapan selamat atas bebasnya Ahok.

Cerita Ahokers yang Menanti sang Idola Dengan Bermalam di Rutan
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (baju kotak-kotak) pada saat Pilkada 2017 lalu. (dok. JawaPos.com)

Para Ahokers berkumpul dan menggelar tikar di sekitar Rutan Mako Brimob. Mereka mengadakan doa bersama dan mengobrol santai mengenang prestasi Ahok selama memimpin DKI. Di latar belakang terpasang poster bertulisan “Kongkow dan Ngobrol Ahoker. Sampai Kapan pun Perjuangan Tak Pernah Usai”.

Para Ahokers itu berusia rata-rata 50 tahun ke atas. Mereka tetap bertahan sekalipun tadi malam turun hujan.

“Kami datang untuk memberikan sentuhan bahwa Ahokers masih ada. Kami menunggu kebebasan Pak Ahok,” kata Yudo Wibowo, 50, simpatisan Ahok dari Kota Depok. Dia berharap, setelah keluar dari penjara, Ahok tetap berjuang di dunia politik. “Kami turut berduka ketika Pak Ahok dipenjara. Namun, kami berbahagia dan bersimpati melihat dia bebas,” ungkapnya.

Ismet, pendukung Ahok dari Jakarta, berharap bisa bertemu dengan Ahok sesaat setelah keluar dari Mako Brimob. “Kami hanya datang dan mengekspresikan kegembiraan kami atas bebasnya bapak. Dengan seperti ini, kami berharap beliau tetap semangat,” katanya.

Meski demikian, hingga tadi malam belum ada yang tahu secara detail kapan keluarnya Ahok dari rutan. “Belum tahu jam berapa akan keluar,” kata Sakti Budiono, staf tim BTP, kemarin. Dia juga belum tahu apakah Ahok nanti menyediakan waktu khusus bagi pendukungnya maupun media untuk wawancara sesaat setelah keluar dari selnya.

Yang pasti, lanjut Sakti, tim BTP akan membuat vlog untuk menyiarkan secara langsung detik-detik kebebasan Ahok. Mereka sudah menyiapkan link vlog Ahok yang bisa dimanfaatkan Ahokers di luar Jakarta untuk menyaksikan siaran langsung Ahok keluar dari Rutan Mako Brimob. “Banyak kloningan (link). Yang benar itu http://bit.ly/panggilsayaBTP. Saya pasti bikin vlog dia (Ahok). Ngevlog biar kek milenial,” ujarnya.

Sementara itu, jajaran kepolisian tidak menerjunkan pengamanan khusus terkait bebasnya Ahok hari ini. Namun, Korps Brimob yang berkoordinasi dengan jajaran Polresta Depok telah menyiapkan langkah antisipasi jika massa Ahokers ikut mengawal bebasnya pria yang lahir di Bangka Belitung tersebut.

“Ya, kepolisian tetap melakukan pengawasan. Kami akan melakukan monitoring. Cukup Polresta Depok sama Polsek Cimanggis,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Seperti diketahui, kasus penodaan agama itu bermula saat Ahok berpidato di hadapan warga Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Isinya ajakan jangan mau dibohongi memilih pemimpin dengan mengutip Alquran surah Al Maidah 51. Pada 7 Oktober Ahok dilaporkan ke polisi atas sangkaan penodaan agama oleh Habib Novel Hasan. Selanjutnya, pada 16 November, polisi menetapkan Ahok sebagai tersangka.

Pada 9 Mei 2017, majelis hakim PN Jakarta Utara menjatuhkan hukuman dua tahun penjara kepada Ahok. Pada hari itu juga Ahok dimasukkan ke Lapas Cipinang sebelum akhirnya dipindah ke Rutan Mako Brimob. Selama menjalani pemidanaan, Ahok mendapat remisi Natal 2017 selama 15 hari dan remisi umum 17 Agustus 2018 selama tiga bulan. Dengan demikian, total remisi yang didapat Ahok 3 bulan 15 hari.

Terpisah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut mengomentari kebebasan Ahok yang juga mantan partner kerjanya saat masih menjabat gubernur DKI. Dia mengatakan, kebebasan Ahok merupakan hal yang lumrah karena proses hukumnya sudah selesai. “Pak Ahok kan sudah menjalani proses hukum. Pak Ahok juga sudah menjalani hukuman dan besok (hari ini, Red) sudah bebas,” ujarnya kemarin.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (rya/bry/far/rq/ut/c9/c5/c19/agm)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Cerita Ahokers yang Menanti sang Idola Dengan Bermalam di Rutan