JawaPos Radar

Kondisi Warga Papua yang Tinggal di Pengungsian Memprihatinkan

23/11/2017, 18:14 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Pengungsi papua
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar bersama Pangdam XVII Cenderawasih Mayjend George Elnadus Supit meninjau langsung lokasi evakuasi di Eme Neme Yauware Mimika, Papua. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Warga Papua yang berhasil dievakuasi dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kini berada di pengungsian di Eme Neme Yauware Mimika. Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar bersama Pangdam XVII Cenderawasih Mayjend George Elnadus Supit meninjau langsung lokasi evakuasi tersebut.

Pada saat peninjauan, keduanya menilai perlu perhatian lebih serius untuk kesejahteraan masyarakat di pengungsian. "Masyarakat yang telah dievakuasi tersebut, saat ini ditampung di tenda-tenda dan aula Graha Eme Neme Yauware," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Mustafa Kamal, Kamis (23/11).

Para pengungsi mendapatkan tempat istirahat yang tidak layak, serta layanan dapur umum yang belum memadai. Karenanya perlu adanya koordinasi dengan Pemerintah Daerah Mimika, agar dapat menangani warga yang yang dievakuasi dengan serius, serta memerhatikan warganya.

Hal itu semata agar warga tidak lagi disandera oleh Kelompok Kriminal Sparatisme Bersenjata (KKSB). "Polda Papua terus melakukan pendampingan agar masyarakat mendapat pelayanan yang optimal," ungkap Mustafa.

Mustafa menuturkan, warga asli Papua yang dievakuasi dari Kampung Kimbeli, Kampung Banti satu, dan Banti dua, serta Desa Opitawak sebanyak 806 orang. Hal itu terperinci dari jumlah laki–laki sebanyak 205 orang, perempuan sebanyak 302 orang, sedangkan anak-anak sebanyak 299 orang.

Bahkan terdapat 56 orang yang mendapatkan perawatan medis. Sebanyak 54 orang dirawat jalan dan dua orang harus dilarikan ke rumah sakit umum daerah.

"Kedua orang yang mendapat perawatan yakni Ibu Diana Songgonau, mengalami sakit penglihatan yang kabur dan seorang anak bernama Misel (5) mengalami sakit diare," jelas Mustafa.

Lebih jauh, Mustafa menuturkan, masih terdapat warga yang belum dievakuasi, namun jumlahnya belum bisa dipastikan. "Tim Satgas terpadu TNI dan Polri akan selalu siap jika warga minta untuk dievakuasi ke Timika," pungkas Mustafa.

(cr5/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up