JawaPos Radar

Space di Tenda Haji Hanya 0,9 Meter, Kardus pun Jadi Alas Tidur

22/08/2018, 21:08 WIB | Editor: Imam Solehudin
Jamaah Haji 2018
Jamaah haji Indonesia terpaksa tidur berdempetan lantaran terbatasnya space tenda di Mina, Arab Saudi. (Firzan Syahroni/JawaPos)
Share this image

JawaPos.com – Jangan berharap bisa tidur nyaman di dalam tenda jamaah haji di Mina. Sebab, space yang tersedia untuk satu orang hanya 0,9 meter.

Direktur Bina Haji Kementerian Agama, Khoirizi H Dasir mengatakan, kondisi tersebut sejatinya sempat coba dilaporkan kepada pemerintah Arab Saudi.

"Kami sebenarnya meminta space 1,6 meter persegi per orang. Tapi pemerintah Arab Saudi hanya menyetujui 0,9 meter karena lahan Mina terbatas," terang dia, Selasa (22/8).

Jamaah Haji
Jamaah haji asal Indonesia terpaksa tidur menggunakan alas tikar, lantaran sempitnya tenda di Mina. (Firzan Syahroni/JawaPos)

Dengan luasan sebesar itu, jamaah haji harus tidur berdesak-desakan di dalam tenda. Beberapa jamaah akhirnya memilih tidur di luar tenda. Mereka memanfaatkan tikar, sajadah, dan kardus, sebagai alas tidur.

Kepala Seksi Media Center Haji Irfan Sembiring menambahkan, penghitungan space untuk jamaah haji dihitung berdasar total luas lahan yang tersedia untuk Indonesia. Kemudian dibagi dengan total jumlah jamaah.

Di Mina, jamaah haji wajib melaksanakan mabit (bermalam) dan lempar jumroh. Yaitu tanggal 10, 11,dan 12 Dzulhijah bagi jamaah yang melaksanakan nafar awal. Serta tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijah bagi jamaah yang melaksanakan nafar tsani.

Secara syariat, perluasan Mina tidak diperbolehkan lagi. Karena itu, penambahan tenda tidak memungkinkan.

Karena alasan space terbatas itu pula, kemenag tidak terburu-buru menyetujui penambahan kuota jamaah haji. ’’Kalau Pak Menteri dan Pak Dirjen Kemenag tidak bijak, berapapun tawaran (tambahan kuota haji, Red) pemerintah Arab Saudi pasti diterima,’’ terangnya.

"Selama luasan dan fasilitas di Mina belum diperbaiki oleh Saudi, menambah kuota justru menyengsarakan jamaah haji sendiri. Yang jelas, masalah itu sudah dipikirkan oleh Menteri Agama,’’ sambungnya.

Jamaah Haji Bercampur

Beberapa jamaah haji juga mengeluhkan bercampurnya perempuan dan pria di dalam satu tenda. Menurut Khoirizi, kemenag sebenarnya sudah mengatur agar tenda jamaah pria dan perempuan dipisah.

Regulasi tersebut telah disosialisasikan berkali-kali sebelum jamaah haji berangkat ke Tanah Suci. Namun, sebagian kloter memutuskan untuk mengatur sendiri penempatan jamaah di dalam tenda.

"Kita kan tidak bisa memenej langsung ketika jamaah inginnya seperti itu," pungkas Khoirizi.

oni/jpk

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up