alexametrics
Program Revitalisasi Sungai Citarum

Ini Jawaban Wakil Sri Mulyani Soal Rencana Pinjaman ADB Rp 200 Triliun

22 Januari 2018, 11:48:13 WIB

JawaPos.com – Asian Development Bank (ADB) diketahui siap menggelontor dana sebesar Rp 200 triliun untuk menangani pencemaran yang terjadi di Sungai Citarum. Namun, pemerintah telah memastikan tidak akan memanfaatkan dana tersebut.

Hal itu rupanya diamini oleh Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo. Dia membenarkan bahwa pinjaman dari lembaga keuangan internasional yang berbasis di Manila, Filipina ini telah ditolak sejak 2015 silam.

“Loh kan ADB sudah ditolak sejak dulu. ADB itu masa lalu,” ujarnya kepada JawaPos.com di Jakarta, Senin (22/1).

Ini Jawaban Wakil Sri Mulyani Soal Rencana Pinjaman ADB Rp 200 Triliun
Wakil Menteri Keuangan Masdiasmo (Dok.Jawa Pos)

Dia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah melakukan pembahasan skema pembiayaan baru untuk program revitalisasi Sungai Citarum. Roadmap baru pun juga disiapkan guna menyelaraskan program tersebut dengan pembiayaannya.

“Kita coba skema baru, roadmap baru, jadi bisa terbuka pada semuanya,” tuturnya.

Lebih lanjut, ketika disinggung soal skema multiyears, Mardiasmo tak menampiknya. Skema pembiayaan tersebut bisa saja ditempuh mengingat revitalisasi itu tidak dilakukan dalam waktu singkat.

Namun demikian, pembiayaan dari swasta juga terbuka bagi pemerintah. Tujuannya tentu menghemat sebaik mungkin APBN guna dialokasikan untuk pos anggaran yang lebih diprioritaskan.

“Oh iya dong pasti pake (multiyears). Karena kan ini nggak mungkin setahun. Ini kan disarankan 7 tahun,” terangnya.

“Ini akan sedang lihat semuanya, kita petakan semuanya. Yang penting sinergitas pakai uang APBN, APBD, peran swasta, peran semuanya,” tutupnya. 

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/hap/JPC)

Ini Jawaban Wakil Sri Mulyani Soal Rencana Pinjaman ADB Rp 200 Triliun