alexametrics

Guru Honorer Gagal Lolos Seleksi PPPK

PGRI Nilai Passing Grade Terlalu Tinggi
21 Mei 2019, 14:04:53 WIB

JawaPos.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengungkapkan bahwa banyak guru honorer yang tidak lolos seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Pemicunya, nilai ambang batas (passing grade) yang terlalu tinggi.

Merujuk Peraturan Menteri PAN-RB 4/2019, nilai ambang batas seleksi PPPK yang ditetapkan adalah 65 poin. Nilai tersebut bersifat kumulatif dari tiga kelompok ujian. Yakni, kelompok ujian kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosiokultural.

Ketua Umum PGRI Unifah Rosydi. (Jawa Pos Photo)

Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Unifah Rosyidi menjelaskan, banyak guru honorer yang sudah lolos sertifikasi. Namun, mereka gagal mencapai passing grade saat mengikuti seleksi PPPK. ”Keinginan kami, pengangkatan PPPK berdasar kebutuhan daerah. Kemudian, paling tidak mempertimbangkan masa kerja mereka,” kata Unifah setelah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla kemarin (20/5).

Selain menyinggung pengangkatan PPPK bagi kalangan guru honorer, dalam pertemuan dengan Wapres, pihaknya membahas pemikiran PGRI terkait pembangunan sumber daya manusia (SDM) ke depan.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Muhammad Ridwan menuturkan, 70,28 persen peserta seleksi PPPK tahap pertama 2019 berhasil memenuhi ambang batas. Jumlah tersebut termasuk para guru honorer.

Dia mengatakan, seleksi PPPK tersebut merupakan kesempatan ketiga bagi para guru honorer. ”Sebelumnya mereka ikut seleksi pada 2013 dan 2018,” tuturnya. Khususnya, bagi guru honorer yang usianya masih di bawah 35 tahun.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (wan/han/c10/fal)