alexametrics

Padamkan Karhutla di Riau, BNPB Kirim Dua Helikopter

21 Februari 2019, 20:28:15 WIB

JawaPos.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo memastikan pihaknya sudah mengirimkan bantuan berupa dua helikopter ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.

“Sejak pernyataan darurat dari Gubernur (Riau), BNPB kemarin sudah mengirimkan dua helikopter. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa aktif membantu memadamkan,” ujarnya saat ditemui di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (21/2).

Dia menyatakan, kedua helikopter tersebut akan membantu memadamkan api di lima titik karhutla antara lain di Kelurahan Terkul, dengan luas lahan yang terbakar sekitar 400 hektare.

Kemudian juga di Kelurahan Pergam 360 hektare, Desa Sri Tanjung sekitar 80 hektare, Desa Teluk Lecah 50 hektare, dan Desa Kebumen sekitar 40 hektare.

Dia mengatakan, karhutla memberikan kerugian yang besar bagi masyarakat. Oleh karena itu, kebiasaan membakar hutan dan lahan harus dihentikan.

Pasalnya, menurut sejumlah pakar dan para pimpinan di daerah, sebesar 99 persen kebakaran terjadi karena perbuatan manusia.

“Kita harus mencari jalan keluar terbaik bagaimana masyarakat yang selama ini punya kebiasaan membakar agar mereka sadar. Yang kedua, mereka yang mungkin membiayai atau mungkin memberikan honor kepada masyarakat yang membakar, ini harus diberikan sanksi yang tegas,” kata Doni.

Adapun berdasarkan data dari BNPB, tercatat sudah 843 hektare lahan dan hutan di Provinsi Riau yang dilalap si jago merah. Sebagian besar, kebakaran terjadi di lahan gambut milik masyarakat dengan jenis tanaman semak belukar. Penyebabnya, karena disengaja untuk pembukaan lahan perkebunan dan pertanian.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kebakaran hutan dan lahan terjadi karena Riau memasuki musim kemarau.

“Sesuai pola musim, wilayah Riau memiliki dua musim kemarau. Saat ini Riau memasuki musim kemarau tahap pertama hingga pertengahan Maret. Selanjutnya musim kemarau tahap kedua selama Juni hingga Oktober,” jelas Sutopo.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Yesika Dinta

Copy Editor :

Padamkan Karhutla di Riau, BNPB Kirim Dua Helikopter