JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pulihkan Pascabencana di Indonesia, ADB Setujui Pinjaman USD 500 Juta

20 November 2018, 14:25:47 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Pulihkan Pascabencana di Indonesia, ADB Setujui Pinjaman USD 500 Juta
Ilustrasi kerusakan akibat gempa di Palu beberapa waktu lalu (DOK.ISSAK RAMADHAN/JAWAPOS.COM)
Share this

JawaPos.com - Asian Development Bank (ADB) telah menyetujui pinjaman bantuan darurat senilai USD 500 juta untuk membantu Pemerintah Indonesia membangun kembali Lombok dan Sulawesi Tengah setelah tertimpa bencana alam baru-baru ini. Selain memakan korban jiwa ribuan orang, bencana di NTB dan Sulteng ini mengakibatkan hancurnya infrastruktur, harta benda, dan mata pencaharian.

Pinjaman ini akan menyediakan pendanaan sesegera mungkin bagi rencana aksi pemulihan dan rehabilitasi pemerintah yang diarahkan pada kebutuhan penting seperti tempat tinggal sementara, perlindungan sosial dan pelayanan sosial, serta pemulihan ekonomi melalui bantuan dana, skema perkreditan, dan program-program peningkatan keahlian.

Direktur ADB untuk Divisi Manajemen Publik, Sektor Finansial dan Perdagangan Asia Tenggara Sona Shrestha mengatakan, paket bantuan komprehensif dari ADB akan menyediakan dukungan pembiayaan yang cepat dan fleksibel bagi pemerintah agar dapat memitigasi dampak buruk akibat bencana alam ini.

“Modalitas pinjaman yang disalurkan dengan cepat akan memastikan bahwa pemulihan pasca-bencana dan pembiayaan rehabilitasi dapat dipenuhi tanpa mengganggu pengeluaran pembangunan ekonomi dan sosial yang lain dalam anggaran negara,” ujarnya Selasa (20/11).

Pinjaman tersebut, yang dinamai Bantuan Darurat untuk Pemulihan dan Rehabilitasi dari Bencana yang Baru Terjadi (Emergency Assistance for Recovery and Rehabilitation from Recent Disasters), adalah bagian dari tanggapan ADB terhadap dua bencana alam yang melanda Indonesia, yaitu gempa bumi berskala 7,0 di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada bulan Agustus, serta gempa bumi berskala 7,4 dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah, pada bulan September.

Bencana ini menelan lebih dari 2.600 korban jiwa, melukai sekitar 18.000 orang, dan menyebabkan lebih dari setengah juta orang hidup dalam pengungsian. Perumahan dan infrastruktur publik mengalami kerusakan yang parah.

Bencana alam Sulawesi Tengah khususnya teramat parah karena gempa bumi memicu tanah longsor, tsunami, dan fenomena likuefaksi yang menyebabkan tanah padat kehilangan stabilitasnya. Kajian awal mengindikasikan kerugian sebesar USD 2,2 milyar di provinsi terdampak. Selain menimbulkan korban jiwa dan kehancuran harta benda, bencana tersebut akan berimbas besar pada kehidupan masyarakat yang terdampak.

Spesialis manajemen publik ADB Robert Boothe mengatakan, pertumbuhan kedua provinsi diperkirakan akan turun hingga separuh, lapangan pekerjaan akan menyusut, dan kemiskinan akan melonjak.

“Dukungan ADB akan membantu pemerintah memitigasi berbagai dampak tersebut, khususnya yang berimbas pada kaun perempuan, lanjut usia, dan kelompok rentan,” imbuhnya.

Pinjaman ini merupakan bagian dari serangkaian upaya tanggap bencana ADB. Pada bulan Oktober, ADB menyetujui hibah darurat senilai USD 3 juta yang berasal dari Dana Tanggap Bencana Asia Pasifik (Asia Pacific Disaster Response Fund) guna mendukung upaya pemerintah untuk memberi bantuan segera di Sulawesi Tengah.

ADB juga membantu pemerintah dengan bantuan teknis untuk kajian kebutuhan pasca-bencana dan perencanaan rekonstruksi. ADB juga sedang menyiapkan pinjaman proyek bantuan darurat senilai USD500 juta untuk mendukung rekonstruksi dan relokasi infrastruktur kritis dalam jangka menengah.

Terakhir, ADB dan pemerintah sedang menyiapkan bantuan teknis untuk membangun kapasitas untuk menguatkan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan keuangan dari rencana rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut.

ADB berkomitmen mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, sambil melanjutkan upayanya memberantas kemiskinan ekstrem. Didirikan pada 1966, ADB dimiliki oleh 67 anggota—48 di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik. Pada 2017, operasi ADB mencapai USD 32,2 miliar, termasuk USD 11,9 miliar dalam bentuk pembiayaan bersama (cofinancing).

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up