JawaPos Radar

Insiden Tenggelamnya KMP Wihan Sejahtara, KNKT Belum Dapat Bukti Baru

20/11/2015, 02:04 WIB | Editor: arwan
Insiden Tenggelamnya KMP Wihan Sejahtara, KNKT Belum Dapat Bukti Baru
Evakuasi KMP Wihan Sejahtera Terhalang Arus Deras (Yuan Abadi/Radar Surabaya/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com SURABAYA – Proses penyelidikan penyebab tenggelamnya KMP Wihan Sejahtara terus berlanjut. Terbaru, tim dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) meminta keterangan Asep Hartono, nakhoda kapal penumpang jenis roll on roll off (RoRo) yang tenggelam di perairan Teluk Lamong pada 16 November lalu tersebut.

Pemeriksaan tertutup itu dilakukan di Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Surabaya, (19/11).  Pemeriksaan  dilakukan  sekitar satu setengah jam.

Ketua Tim Investigasi KNKT Aldrin Dalimunte  menjelaskan,  selain  nakhoda, empat kru KMP Wihan Sejahtera juga diperiksa. Mereka terdiri atas tiga mualim, Ludris, Muslim, dan Elfri dan  Kalasinta, serta seorang kepala kamar mesin kapal, yakni Abdul Kadir.

”Kami ingin mencari bukti-bukti,” tuturnya setelah pemeriksaan.

Aldrin mengungkapkan, pemeriksaan kali ini dilakukan dengan cara meminta keterangan masing-masing  tentang kronologi atau detik-detik tenggelamnya kapal rute Surabaya Ende, Nusa Tenggara Timur  (NTT), itu.  

Namun, dari pemeriksaan tersebut, Tim Investigasi KNKT ternyata belum memperoleh fakta baru tentang tenggelamnya  kapal  itu.  

”Nakhoda (Asep Hartono, Red) mengatakan, sesuai apa yang dikatakan di depan anggota dewan
(Komisi  V  DPR  RI)  kemarin,  dirinya terpaksa mengubah rute kapal hingga akhirnya merasakan getaran tiga kali. Dia berupaya untuk menyeimbangkan kapal, namun gagal,” urainya.

Kronologi serupa diceritakan kru lain. Semua kru yang diperiksa mengungkapkan sudah melakukan prosedur yang sesuai dengan arahan nakhoda.

Mulai pengecekan hingga diminta menghubungi kapal suplai dan pemandu. ”Mereka membenarkan bahwa saat itu memang tidak ada jawaban dari kapal dan pihak pemandu,” ungkap Aldrin.

Aldrin  menjelaskan,  berdsar  keterengan ABK itu, pihaknya akan melakukan pendalaman. Tim Investigasi KNKT juga akan  mengumpulkan  keterangan  dari pihak lain yang bersangkutan sebelum menyimpulkan  penyebab  pasti  tenggelamnya kapal dengan bobot 3,7 ton itu.

”Kami juga masih mengumpulkan bukti lain, yakni penyebab getaran kapal itu. Kami sudah melakukan  penyelaman untuk mencari kemungkinan adanya karang di TKP,” urainya. (yua/opi/awa/jpg)

 

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up