JawaPos Radar

Lombok Diguncang Gempa, Fahri Memohon ke Jokowi agar Turun Tangan

20/08/2018, 12:50 WIB | Editor: Estu Suryowati
Lombok Diguncang Gempa, Fahri Memohon ke Jokowi agar Turun Tangan
Lokasi gempa susulan yang terjadi di Lombok, Minggu (19/8) malam. (BMKG)
Share this

JawaPos.com - Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali diguncang gempa. Sejak gempa pada 5 Agustus lalu, hingga kini ditaksir jumlah korban meninggal mencapai ratusan. Selain itu, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 7,2 triliun.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo pun tak tinggal diam. Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menyampaikan, bencana ini telah menimbulkan banyak kerugian, baik harta benda maupun nyawa.

Atas dasar itu, Bamsoet mendukung langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) apabila nantinya bencana di NTB ditetapkan statusnya sebagai bencana nasional. Meski dirinya memahami, keputusan perubahan status bencana nasional dapat berimbas kepada kunjungan pariwisata.

Lombok Diguncang Gempa, Fahri Memohon ke Jokowi agar Turun Tangan
Tamu hotel Aston Inn di Kota Mataram dievakuasi ke titik kumpul di lapangan parkir. (Ilham Safutra/JawaPos.com)

"Namun melihat bencana yang bertubi-tubi hampir lebih dari 800 kali gempa, kalau hari ini, besok, atau lusa pemerintah menyatakan Lombok bencana nasional maka DPR akan memberikan dukungan penuh kepada pemerintah," kata Bamsoet di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (20/8).

Terpisah, saat dihubungi awak media, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pun mengutarakan hal serupa. Ia yang saat ini berada di Makkah untuk melaksanakan haji juga mengutarakan keprihatinan atas kampung halamannya.

Menurutnya, negara harus hadir dalam tindakan yang lebih besar untuk menghadapi bencana tersebut. Ia pun meminta Jokowi untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang ada.

"Rakyat kita memang kuat. Masyarakat sipil bekerja menghimpun dana-dana sosial, dengan tindakan yang spesifik tapi hanya pada spot yang terbatas. Negara bisa hadir melampauinya. Mestinya dengan kesigapan yang cepat dan tangkas. Ayolah Pak Jokowi turunlah," ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan, negara tidak boleh lamban menangani masalah. Sebab, hal itu akan berimbas kepada kehilangan kepercayaan masyarakat pada negara.

"Tindakan negara terwujud melalui dua alasan. Pertama, melalui regulasi. Kedua, melalui budget. Melalui regulasi, status bencana NTB perlu ditinjau ulang. Ditingkatkan menjadi bencana nasional agar negara terlibat penuh melalui struktur raksasanya dalam penyelesaian bencana Lombok," tuturnya.

Atas dasar itu semua, Fahri berharap, masalah yang dialami masyarakat Lombok bisa segera selesai. "Jangan biarkan mereka terlalu lama dalam duka. Terlalu lama dalam tenda," katanya.

(ce1/aim/JPC)

Alur Cerita Berita

Mewujudkan Mitigasi lewat Tata Ruang 20/08/2018, 12:50 WIB
Gempa, Konstruksi, dan Edukasi 20/08/2018, 12:50 WIB
Unhas Kirim Tim Medis ke Lombok 20/08/2018, 12:50 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up