JawaPos Radar

Disinseksi untuk Cegah Penyebaran Penyakit di Bekas Likuefaksi

19/10/2018, 18:15 WIB | Editor: Ilham Safutra
Disinseksi untuk Cegah Penyebaran Penyakit di Bekas Likuefaksi
Desa yang terkena likuefaksi di Sulawesi Tengah pada saat gempa, Jumat (28/9) lalu. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com - Salah satu yang paling dikhawatirkan dalam penanganan pascabencana adalah penyebaran penyakit. Baik yang bisa ditularkan bakteri, kuman, maupun serangga.

Karena itulah, kemarin (18/10) Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaksanakan disinseksi di Balaroa, Jono Oge, dan Petobo. Ketiganya merupakan kawasan di Palu dan Sigi, Sulawesi Tengah, yang mengalami likuefaksi sebagai buntut gempa 28 September lalu.

Akibat likuefaksi itu, tanah di tiga kawasan tersebut melunak dan menelan ribuan rumah. Ribuan orang yang diperkirakan terbenam di dalamnya sampai kemarin belum ditemukan.

Disinseksi untuk Cegah Penyebaran Penyakit di Bekas Likuefaksi
Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi usai terkena Likuifaksi. (Issak Ramdhani/JawaPos.com)

Ikut terlibat juga dalam disinseksi itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemda Sulawesi Tengah (Sulteng). Mereka menebar disinfektan dengan helikopter MI-8 milik BNPB.

"Dilakukan dengan metode water spraying pada titik tengah yang terdampak likuefaksi," ungkap Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Sus Taibur Rahman kemarin.

Dia menambahkan, dengan cairan disinfektan, bakteri, kuman, maupun serangga yang bisa menimbulkan penyakit lebih cepat mati. Dengan begitu, potensi penyebarannya bisa ditekan.

Di antara beberapa penyakit yang bisa ditularkan oleh bakteri, kuman, maupun serangga itu adalah diare, kolera, malaria, dan demam berdarah. Sebelum disinseksi dilakukan, masyarakat maupun pengungsi di sekitar Balaroa, Petobo, dan Jono Oge menggunakan masker agar tidak kena dampak cairan disinfektan yang disemprotkan.

Selain itu, mereka sudah diminta untuk menjauh dari lokasi-lokasi terdampak likuefaksi. "Pada jarak lebih kurang 200 meter dari lokasi penyemprotan," imbuh Taibur. 

(syn/c11/ttg)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up