JawaPos Radar

Bangun NTT, Kementan Gandeng Kementerian PUPR dan Kemendes

18/11/2017, 06:08 WIB | Editor: Imam Solehudin
Petani Bawang Merah
Petani bawang merah di Nusa Tenggara Timur. (Ist For Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus bersinergi dengan instansi lain dalam membangun sektor agraris di perbatasan, seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bersebelahan dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).

Yakni dengan menggandeng Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur, Ani Andayani, menyatakan, sinergi tersebut cukup penting, karena pembangunan di daerah perbatasan di sektor agraris merupakan implementasi Nawacita visi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Salah satu yang diprioritaskan adalah penguatan infrastruktur terutama tatakelola air seperti penyediaan air irigasi guna mendukung ekspor komoditas pertanian Indonesia ke RDTL," ujar dia melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

"Kami launching ekspor bawang merah dari Malaka dan Belu. Ekspor bawang merah RI untuk Timor Leste. Tidak berhenti di-launching, tapi juga berkelanjutan," jelas dia.

Bentuk konkret kerja sama tersebut, lanjut Ani, seperti membangun 30 ribu embung secara nasional. Beberapa diantaranya berada di NTT. Sedangkan bersama Kemendes, baru saja selesai melaksanakan bimtek kepada 218 pendamping desa untuk tatakelola air.

"Manajemen tatakelola air secara efisien, kemudian akan disusul pula dari Kementan, untuk pelatihan SDM-nya termasuk implementasinya bagi penguatan lumbung pangan di perbatasan," tambah Ani.

Melalui sinergi tiga kementerian tersebut, dirinya berharap, bisa menjadi pemicu (trigger) serta mendorong penguatan ekonomi di daerah perbatasan. Apalagi, Asian Development Bank (ADB) bakal turut berpartisipasi dalam pengembangan di perbatasan dengan bergabung dalam sebuah proyek yang dikerjakan olej Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"ADB itu sedang melakukan analisis di Timor Leste dan juga di Indonesia. Dan kata kuncinya saya pesankan, satu pintu saja, jangan ada kegiatan sendiri-sendiri. Kalau satu pintu, itu akan memperkuat," pungkas Penanggung Jawab Upsus Pajale di NTT ini.

(mam/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up