alexametrics

Peningkatan Penyakit Rubella Bisa Berdampak pada Ekonomi Nasional

18 September 2018, 21:46:58 WIB

JawaPos.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya memperluas cakupan imunisasi measles-rubella (campak-rubella/MR). Targetnya, Indonesia sudah bisa mengeliminasi penyakit tersebut pada 2020.

Itu dilakukan oleh pemerintah, karena menurut Menkes Nila Djuwita Anfasa Moeloek, meningkatnya kasus campak maupun rubella dapat berdampak terhadap ekonomi Indonesia. Pasalnya, masyarakat masih belum menyadari bahwa kesehatan adalah hal yang mahal.

“Pasti ada kerugian besar kalau kita lihat dari sisi ekonomi. Terus terang kita sering melupakan kesehatan. Tapi sebenarnya yang harus kita pikirkan dampak ini ke kerugian ekonomi luar biasa,” ujar Menteri Nila dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 di gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Selasa (18/9).

Lebih lanjut, Nila menjelaskan, harga vaksin MR tentu belum tentu bisa dicapai seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, selagi pemerintah memiliki program untuk membiayai, seharusnya dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Ini program pemerintah tentu kami dapat biaya (dari) pemerintah. Dan kemudian akibatnya kalau terjadi seperti tadi misalnya rubella, berapa biaya yang harus kita keluarkan untuk operasi,” paparnya.

Nila juga menyebut biaya pengobatan rubella cukup mahal dan pasti akan sangat menyulitkan masyarakat, sehingga keluarga akan mengalami kesulitan ekonomi.

“Kalau meninggal lalu dikubur (meski) masih ada biaya juga, tapi yang cacat ini lho, sampai seumur hidup kita harus membiayai,” katanya.

Hal itu membuat dirinya sadar bahwa tugas pemerintah adalah meningkatkan pencegahan ketimbang pengobatan. Anak-anak Indonesia harus diselamatkan demi mendapat generasi yang berkualitas.

“Karena itu sekali lagi tugas kami adalah harus mencegah. Karena kita semua bertanggung jawab untuk membuat sumber daya kita yang berkualitas,” tandasnya.

Adapun target dari cakupan imunisasi MR di Indonesia semula sebesar 95 persen kini baru terealisasi kurang lebih 40 persen. Data Kemenkes pada 2013-2017 mencatat, sebanyak 31.339 kasus rubella telah dilaporkan. Sementara pada kasus campak, sebanyak 27.834 kasus yang tercatat.

Berdasarkan KSP per 10 September 2018, provinsi dengan cakupan imunisasi MR terendah, yakni Aceh dengan jumlah anak terimunisasi 106.408 atau 6,88 persen. Kemudian, disusul Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 284.922 anak atau 20,37 persen, dan Bangka Belitung dengan jumlah anak terimunisasi 97.972 atau 26,45 persen.

Posisi lima terakhir, yaitu Sumatera Utara jumlah anak terimunisasi 1.267.544 atau 29,53 persen, Riau jumlah anak terimunisasi 369.956 atau 18,92 persen, Sumatera Barat jumlah anak terimunisasi 319.794 atau 21,11 persen, Kalimantan Selatan kumlah anak terimunisasi 317.248 atau 28,31 persen, dan Kepri dengan jumlah anak terimunisasi 209.792 atau 34,5 persen. 

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : (yes/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Peningkatan Penyakit Rubella Bisa Berdampak pada Ekonomi Nasional