JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ini Alasan Pemerintah Berikan Remisi Kepada Napi Terorisme

17 Agustus 2016, 12:42:00 WIB | Editor: Ilham Safutra
Ini Alasan Pemerintah Berikan Remisi Kepada Napi Terorisme
Ilustrasi (dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly memberikan remisi 17 Agustus kepada 82.015 narapidana di seluruh Indonesia.

Di antara sekitara 82 ribuan napi tersebut, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham mengurangi masa hukuman 27 narapidana terorisme.

"Pemberian remisi kepada napi terorisme sebanyak 27 orang tersebar di berbagai daerah," kata Yasonna saat ditemui di kantornya, Rabu (17/8) pagi.

Yasonna menuturkan, meski terorisme tergolong extraordinary crime atau kejahatan luar biasa, namun narapidana kejahatan tersebut juga berhak memperoleh remisi.

Menurut dia, pemberian remisi kepada 27 narapidana terorisme melalui sejumlah pertimbangan. Salah satunya, dengan mempertimbangkan kajian-kajian dari penegak hukum.

"Ada aturannya, bukan tiba-tiba dikasih. Yang terkategori extraordinary crime misalnya terorisme dapat (remisi), itu karena dikaji oleh densus," tutur Yasonna.

Seperti diketahui, pemberian remisi terhadap kejahatan luar biasa seperti korupsi, terorisme, dan narkotika diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012.

Khusus untuk terpidana terorisme, dalam Pasal 34A ayat 1 dalam PP tersebut, salah satu syarat napi terorisme mendapatkan remisi yaitu telah mengikuti program deradikalisasi yang diselenggarakan lapas dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Napi tersebut juga harus menyatakan ikrar kesetian kepada NKRI secara tertulis bagi napi Warga Negara Indonesia (WNI), dan tidak ada mengulangi tindak pidana terorisme secara tertulis bagi Warga Negara Asing (WNA). (put/jpg)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up