alexametrics

Rumahnya Kena Gusur Proyek Tol Becakayu, Begini Respons Menteri Basuki

16 Mei 2019, 17:04:46 WIB

JawaPos.com – Proyek pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di kawasan Jakarta Timur masih harus terus berkutat dengan pembebasan lahan. Menariknya bukan hanya lahan masyarakat umum, kediaman menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga harus terkena dampak pembebasan lahan tersebut.

Adapun kediaman Menteri Basuki beserta keluarganya itu terletak di Kompleks Perumahan Pengairan Pekerjaan Umum di Rawa Semut, Blok A nomor 18, RT 04/RW 012, Margahayu, Bekasi Timur. Pembantu Joko Widodo (Jokowi) tersebut diketahui telah tinggal di rumah itu selama kurang lebih 20 tahun.

Namun kini, rumah yang telah ditinggali sejak 1990-an itu harus direlakan sebagai jalur jalan tol penghubung antara Bekasi sampai Jakarta tersebut. Ketika ditanya hal ini, Basuki menyatakan ikhlas jika rumah yang ditinggalinya itu harus terkena gusur.

Rumahnya Kena Gusur Proyek Tol Becakayu, Begini Respons Menteri Basuki
Gerbang Tol Becakayu Tahap I yang sudah dioperasikan sejak 2017 (Dok.JawaPos.com)

“Sekarang lagi sosialisasi (pembebasan lahan). Saya tergantung nanti masyarakat lain. Saya pikir, jangan karena rumah saya akan dibelokkan (jalan tol Becakayu). No (tidak begitu),” kata Basuki saat ditemui JawaPos.com dalam acara sertifikasi di Gedung Graha Zeni, Markas Direktorat Zeni TNI AD, Jakarta Timur, Kamis (16/5).

Basuki menyampaikan, tidak mudah untuk melakukan pembebasan lahan untuk jalan tol. Apalagi, jalan tol layang Becakayu berada di pusat kota Jakarta.

“Karena tidak mudah pembebasan lahan di perkotaan. Jadi kalau itu nanti melewati tarum barat, konsekuensinya rumah saya kena. Its oke,” pungkasnya.

Adapun jalan tol layang Becakayu adalah tol yang menjadi penghubung antara Jakarta Timur sampai ke Bekasi. Tujuan dibangunnya jalan tol itu dibangun untuk mengurai kemacetan di sekitar Kalimalang. Adapun jalan tol tersebut menelan biaya investasi Rp 7,2 triliun, biaya konstruksi Rp 4,7 triliun dan biaya pembebasan lahan sebesar Rp 449 miliar.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk tersebut telah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 3 November 2017 lalu.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Igman Ibrahim