JawaPos Radar

Jadi Korban Doktrin Orang Tuanya, Kini Aisyah Hidup Sebatang Kara

16/05/2018, 09:30 WIB | Editor: Ilham Safutra
Jadi Korban Doktrin Orang Tuanya, Kini Aisyah Hidup Sebatang Kara
()
Share this image

JawaPos.com - Aisyah Putri. Gadis kecil itu selamat dari ledakan bom di Mapolrestabes Surabaya yang dilakukan oleh kedua orang tuanya pada Senin (14/5) pagi. Kini setelah orang tua dan saudaranya tewas akibat bom di Surabaya dia tinggal sebatang kara.

Ke depan, belum jelas siapa yang akan mengasuh dan merawat gadis kecil korban doktrin dari orang tuanya tersebut. "Sementara Kapolda (Kapolda Jawa Timur Machfud Arifin) masih menilai siapa yang layak merawat dan mengasuh," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (15/5).

Apalagi sejak Selasa siang belum ada satu pun orang yang mengaku keluarga Aisyah datang ke Mapolrestabes Surabaya. "Karena sampai dengan jam dua tadi belum ada keluarga yang mengakui bahwa ini keluarganya. Ini anak di Polrestabes," sebut Setyo.

Jadi Korban Doktrin Orang Tuanya, Kini Aisyah Hidup Sebatang Kara

Sejauh ini, pihak kepolisian dengan instansi yang berkaitan dengan anak-anak masih meminta keterangan Aisyah atas bom bunuh diri yang dilakukan kedua orang tuanya. Aisyah sendiri berstatus korban atas kejadian ini.

"Sesuai undang-undang dia adalah korban. Bukan diperiksa namanya, tapi tetap dimintai keterangan atau diwawancara. Kasihan," pungkas Setyo.

Sekadar informasi, Aisyah berhasil diselamatkan usai ayah dan ibunya melakukan aksi bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya. Bocah kecil itu sempat terlihat terdiam selama 10 menit sesaat bom di tubuh orang tuanya meledak.

(dna/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up