JawaPos Radar

Ikut Tes Sekolah Kedinasan, Ini Kisi-kisinya

16/04/2018, 18:47 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Ikut Tes Sekolah Kedinasan, Ini Kisi-kisinya
Ilustrasi. Pemerintah mulai membuka pendaftaran delapan sekolah kedinasan. Pendaftaran dimulai pada 9 April 2018. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menjadi salah satu tahapan seleksi calon taruna (catar) sekolah atau perguruan tinggi kedinasan (PTK). Seleksi ini menggunakan sistem Computer Assissted Test (CAT), dan ada pemberlakuan ambang batas kelulusan (passing grade) untuk bisa lolos ke seleksi lanjutan.

Melalui, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 22 tahun 2018, sekolah kedinasan adalah perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan (PKN STAN), Kementerian Dalam Negeri (IPDN), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Poltekp dan Poltekim), Kementerian Perhubungan dan 11 lembaga pendidikan.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Herman Suryatman menjelaskan, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK ) menjadi seleksi untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan implementasi nilai-nilai empat Pilar Kebangsaan Indonesia.

"Keempat pilar itu adalah Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Rebublik Indonesia, yang mencakup sistem tata negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar," ujar Herman di Jakarta, Senin (16/4).

Adapun Tes Intelegensi Umum (TIU) menjadi penentu kemampuan verbal. Seperti, kemampuan penyampaian informasi lisan dan tulis, kemampuan numerik yaitu kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan di antara angka-angka.

Selain itu, penilaian kemampuan berpikir logis, yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis, serta kemampuan berpikir analitis yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.

Sedangkan, Tes Karakteristik Pribadi (TKP) yaitu seleksi untuk menilai integritas diri, semangat berprestasi, kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orientasi kepada orang lain. Kemampuan beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, kemampuan bekerja mandiri dan tuntas.

“Selain itu, juga untuk menilai kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan, kemampuan bekerja sama dalam kelompok, serta kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain,” imbuh Herman.

Melalui Permen PANRB Nomor 22 tahun 2018, pemerintah menetapkan nilai ambang batas SKD untuk masing-masing kelompok soal. Untuk TWK, minimal 75, TIU minimal 80, dan TKP 143.

Herman menambahnkan, nilai ambang batas TWK diperoleh dari 35 soal, dengan bobot nilai jawaban benar setiap soal 5, dan tidak menjawab 0. Artinya, kalau semua jawaban benar nilainya 105, sedangkan ambang batasnya cukup 15 jawaban benar.

"Sedangkan TIU, tersedia 30 soal dengan bobot nilai 5 untuk setiap jawaban benar, dan nol untuk jawaban salah atau tidak menjawab," jelasnya.

Berbeda dengan kelompok soal TKP, yang terdiri dari 35 soal. Dalam kelompok soal ini, setiap jawaban ada bobot nilainya, dari satu sampai lima. "Tetapi kalau tidak menjawab, tentu saja nilainya nol,” tegas Herman.

Lebih lanjut, Herman menjelaskan, peserta seleksi yang memiliki nilai akhir yang sama pada seleksi lanjutan penentuan kelulusannya berdasarkan nilai kumulatif Seleksi Kompetensi Dasar.

Apabila penentuan kelulusan sebagaimana pada ayat (1) masih sama, penentuan kelulusannya secara berurutan berdasarkan nilai TKP, TIU, dan TWK.

Dalam hal penentuan kelulusan pada ayat (2) masih sama, penentuan kelulusan berdasarkan nilai rata-rata yang tertulis di ijazah Sekolah Lanjutan Atas/sederajat.

Permen ini juga memungkinkan kebijakan pemberian afirmasi kepada putra/i dari Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur yang pengaturannya ditetapkan oleh masing-masing Kementerian/Lembaga setelah mendapat persetujuan Menteri.

Namun apabila alokasi penetapan kebutuhan tidak terpenuhi, dapat diisi dari peserta lain yang memenuhi nilai ambang batas berdasarkan peringkat di wilayah bersesuaian. "Ketentuan ini berlaku mutatis mutandis," pungkasnya.

(put/rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up