JawaPos Radar | Iklan Jitu

Literasi Digital Anak-anak di Sekolah Mulai Perlu Ditumbuhkan

Agar Tak Termakan Hoax dan Bijak di Medsos

15 November 2018, 22:00:59 WIB | Editor: Estu Suryowati
Literasi Digital Anak-anak di Sekolah Mulai Perlu Ditumbuhkan
ILUSTRASI. Seorang guru sedang berinteraksi dengan murid di dalam kelas. (istimewa)
Share this

JawaPos.com - Menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan zaman, iterasi digital dinilai perlu ditanamkan sejak bangku sekolah, melengkapi pendidikan sains, matematika, dan bahasa. Sejumlah kalangan berharap literasi digital bisa ditanamkan sejak di bangku sekolah.

Rektor Universitas Terbuka (UT) Ojat Darojat menuturkan, saat ini pemerintah sedang gencar membangun jaringan internet hingga ke dearah pinggiran. Namun, dia berharap pemerintah tak sekedar membangun infrastruktur internet.

"Tetapi juga harus membuat masyarakat pintar dan bijak dalam menggunakan internet," katanya usai mengikuti seminar internasional Open Society Conference 2018 di kampus UT, Tangerang Selatan (Tangsel) Kamis (15/11).

Ojat mengatakan literasi digital itu perlu ditanamkan ke masyarakat sejak dini. Salah satu tujuannya yakni agar masyarakat bisa bijak dan cermat dalam menggunakan internet, khususnya pemanfaatan media sosial (medsos).

Masyarakat yang memiliki tingkat literasi digital tinggi tidak akan mudah termakan informasi bohong. Apalagi, ikut-ikutan menyebar informasi bohong atau hoax tersebut.

Menurutnya saat ini ada kecenderungan di masyarakat, anak-anak sedari kecil sudah dikenalkan dengan teknologi. Entah itu ponsel pintar atau laptop.

Dampaknya, anak-anak cenderung aktif mencari informasi sendiri. Anak-anak juga sudah mulai membuat akun medsos sendiri.

Atas dasar itu, Ojat berharap pembekalan literasi digital bisa dimasukkan ke sekolah sedini mungkin. "Muatan materi literasi digital diberikan mulai SD, SMP, hingga SMA," katanya.

Melalui literasi digital itu anak-anak dikenalkan apa saja efek buruk yang bisa mereka dapatkan jika tidak bijak menggunakan internet. Selain itu, mereka juga diajarkan cara menyaring kebenaran sebuah informasi.

Ojat melihat saat ini aktivitas anak-anak dalam berinternet juga cukup tinggi. Bahkan pengetahuan mereka bisa jadi lebih luas dibandingkan gurunya.

Sebab anak-anak bisa mencari informasi materi pelajaran di internet, sebelum diajarkan oleh gurunya besok harinya. Pada posisi ini peran guru penting untuk memagari supaya anak-anak tetap mendapatkan informasi yang benar.

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji menuturkan dalam memasukkan literasi digital di sekolah, guru memiliki perang penting. Intinya guru juga harus memiliki tingkat literasi digital mumpuni. Jangan sampai gurunya sendiri tidak bisa membedakan mana informasi yang benar dan salah.

(wan/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up