Rumahnya Rusak Akibat Gempa, Warga Lombok Dapat Bantuan Dari Presiden

15/08/2018, 01:48 WIB | Editor: Ilham Safutra
Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur NTB M Zainul Majdi saat menyapa warga Lombok Utara yang menjadi korban gempa 7 SR. (BNPB)
Share this image

JawaPos.com - Dari hasil pendataan petugas, total kerusakan akibat gempa 7 skala richter (SR) dan 6,2 SR di Lombok, jumlah kerusakan bangunan mencapai ribuan. Untuk rumah warga jumlahnya mencapai 1.191 unit.

Kondisi korban itu dilihat langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika mengunjungi korban gempa. Selama dua hari berada di Lombok, yakni dari Senin (13/8) hingga Selasa (14/8), Jokowi menyempatkan menggelar pertemuan dengan warga setempat. Dalam pertemuan itu mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menyatakan, pemerintah memberikan dana stimulus untuk rumah warga yang rusak akibat gempa.

"Rusak berat Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta dan rusak ringan Rp 10 juta" ucap Presiden yang disambut tepuk tangan masyarakat.

Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur NTB M Zainul Majdi saat menyapa warga Lombok Utara yang menjadi korban gempa 7 SR. (BNPB)

Adapun rumah yang masuk kategori rusak berat adalah yang ambruk total, sedangkan rusak sedang masih berdiri namun tidak bisa dihuni, dan rusak ringan masih bisa dipakai sebagai tempat tinggal.

Diketahui total bantuan yang dikucurkan pemerintah untuk pemulihan bangunan warga pasca diguncang gempa mencapai Rp 59,55 miliar. Bantuan itu diserahkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dalam kesempatan itu presiden juga memerintahkan kepala BNPB dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljonountuk segera membantu masyarakat agar dapat membangun kembali rumahnya. Salah satunya dengan menggunakan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) yang dikembangkan oleh Balitbang Kementerian PUPR.

Teknologi untuk Risha itu menggunakan sistem modular sehingga mudah dipasang dan lebih cepat penyelesaiannya dibandingkan konstruksi rumah konvensional. Biayanya juga terjangkau, mudah dipindahkan karena knock down, tahan gempa dan dapat dimodifikasi menjadi bangunan kantor, puskesmas, rumah sakit, sekolah, dan lainnya.

Teknologi Risha dapat mereduksi kesalahan berulang dalam membangun rumah, khususnya kesalahan sistem sambungan penulangan kolom, balok, sloof dan yang lainnya. Risha juga telah diaplikasikan Kementerian PUPR untuk dua unit rumah contoh.

Rumah itu digunakan sebagai Balai Dusun Akar-Akar Utara dan Sekolah Adat Bayan, Desa Karang Bajo di Lombok Utara yang kondisinya masih utuh meski mengalami guncangan gempa pekan lalu.

Sesuai data Dansatgas tercatat per 13 Agustus 2018, pk.17.00 WITA, sebanyak 31.925 rumah rusak berat, 3.135 rumah rusak sedang dan 36.680 rumah rusak ringan, 183 masjid, dan musala rusak serta 6 pura rusak.

Sementara Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menambahkan bantuan stimulus yang diberikan pemerintah itu berupa uang tabungan yang ditransfer ke rekening BRI untuk 1.191 penerima bantuan.

Lebih jauh Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, semua kepala keluarga yang memiliki rumah rusak akan diberikan bantuan oleh pemerintah.

Rincian penerima bantuan stimulasi tahap pertama adalah 125 untuk penduduk Lombok Utara, 20 untuk Lombok Tengah, 6 untuk Lombok Barat, 1.020 Lombok Timur, dan 20 Kota Mataram.

(iil/jpg/JPC)

Alur Cerita Berita

Mewujudkan Mitigasi lewat Tata Ruang 15/08/2018, 01:48 WIB
Gempa, Konstruksi, dan Edukasi 15/08/2018, 01:48 WIB
Unhas Kirim Tim Medis ke Lombok 15/08/2018, 01:48 WIB

Berita Terkait

Rekomendasi