alexametrics

Poligami Itu Pemicu Ketidakadilan terhadap Perempuan

14 Desember 2018, 10:42:49 WIB

JawaPos.com – Larangan poligami yang dikemukakan Ketum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie dalam pidato politiknya beberapa hari yang lalu mendapat respons dari kaum hawa. Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari berpendapat poligami menjadi pemicu ketidakadilan terhadap perempuan.

“Bagus, itu sebenarnya sikap resmi negara sebelum dibatalkan oleh salah satu menteri/ pemerintah,” kata Eva kepada wartawan, Jumat (14/12).

Lebih jauh Eva menuturkan, dalam larangan poligami ini regulasinya tidak perlu mengubah undang-undang. Sebab larangan poligami terhadap pejabat publik dan PNS bisa melalui keputusan Menteri.

PDIP, kata Eva, memperjuangkan hak perempuan supaya tidak dirugikan dan tidak mendapat tindakan sewenang-wenang dari laki-laki adalah sikap terpenting. “Ikuti tuntunan agama yaitu perempuan tidak boleh dirugikan. Suami tidak bisa sewenang-wenang kepada istri,” tandasnya.

Sebelumnya Ketua Umum PSI Grace Natalie mengungkapkan, cita-cita partainya
memperjuangkan regulasi yang menyatakan larangan poligami bagi pejabat publik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta aparatur sipil negara (ASN).

“Kami akan memperjuangkan revisi atas Undang-Undang Nomor 1/1974 yang memperbolehkan poligami,” ujar Grace Natalie beberapa hari yang lalu.

Lebih jauh Grace mengatakan, di tengah kemajuan zaman masih ada banyak perempuan mengalami ketidakadikan. Salah satu penyebabnya poligami.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (iil/jpg/JPC)

Poligami Itu Pemicu Ketidakadilan terhadap Perempuan