JawaPos Radar | Iklan Jitu

Idul Adha di Arab dan Indonesia Beda Sehari

14 Agustus 2018, 16:20:08 WIB | Editor: Ilham Safutra
jamaah haji, arab saudi
Ilustrasi: Jamaah haji Indonesia saat tiba di Arab Saudi (FIRZAN SYAHRONI/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah Indonesia telah menetapkan Idul Adha (10 Zulhijah) jatuh pada Rabu, 22 Agustus. Penetapan itu ternyata berbeda dengan keputusan Arab Saudi yang memutuskan Idul Adha jatuh pada Selasa, 21 Agustus. Dengan demikian, saat masyarakat Indonesia menjalankan puasa Arafah (21 Agustus), jamaah haji sudah merayakan Idul Adha.

Perbedaan penetapan Idul Adha antara Indonesia dan Arab Saudi itu diungkapkan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin. Dia menjelaskan, umat Islam di Indonesia sebaiknya tetap menghormati dan menghargai keputusan Saudi. "Keputusan Arab Saudi itu didasari hasil rukyat," katanya kemarin (13/8).

Ketika digelar rukyat pada Sabtu (11/8), tim rukyatulhilal Saudi dikabarkan berhasil melihat hilal. Sebab, pada saat itu tinggi hilal di Saudi sudah lebih dari 2 derajat sehingga sangat memungkinkan untuk terlihat. Thomas mengatakan, pada posisi 2 derajat, penampakan hilal sangat tipis.

jamaah haji, arab saudi
Ilustrasi: Idul Adha di Indonesia beda sehari dibandingkan Arab Saudi. Indonesia 22 Agustus, sedangkan Arab Saudi 21 Agustus 2018. (Pixabay.com)

Sementara itu, di Indonesia, saat rukyat 11 Agustus, tinggi hilal masih minus atau di bawah ufuk. Karena itulah, sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan Idul Adha jatuh pada 22 Agustus.

Terkait adanya perbedaan tersebut, terang Thomas, di Indonesia telah disepakati ketentuan bahwa pelaksanaan Idul Adha tidak merujuk keputusan Saudi. "Tetapi merujuk ketetapan awal Zulhijah yang didasarkan pada hisab dan rukyat di Indonesia," jelasnya.

Dengan demikian, pelaksanaan puasa Arafah di Indonesia tetap merujuk keputusan Kemenag, yakni pada Selasa, 21 Agustus. Terlepas dari kondisi di Saudi bahwa jamaah haji menjalani wukuf di Arafah pada Senin, 20 Agustus.

Apakah sah berpuasa Arafah saat Saudi sudah merayakan Idul Adha? Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag A. Juraidi mengimbau masyarakat tak perlu bimbang dalam melaksanakan puasa sunah Tarwiyah (8 Zulhijah) dan puasa Arafah (9 Zulhijah). Acuannya tetap sesuai dengan hasil sidang isbat Kemenag. "Sebab, waktu pelaksanaan salat dan puasa ditetapkan secara lokal berdasar kondisi negara masing-masing," tuturnya. 

(wan/c9/tom)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up