JawaPos Radar

Kata Uskup Ignatius Ketika Satu Keluarga Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri

14/05/2018, 20:35 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kata Uskup Ignatius Ketika Satu Keluarga Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri
Pray for Surabaya (JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kasus ledakan bom di tiga gereja Surabaya pada Minggu (13/5) pagi, menjadi keprihatinan Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo. Sebab pelakunya satu keluarga yang terdiri atas pasangan suami istri dan melibatkan anak-anak.

Menurut Ignatius Suharyo, modus operasi dari teroris kian beragam dalam melancarkan aksinya. Jaringan teroris merekrut para 'pengantin' bom dulunya hanya orang per orang. Kini bergeser orang yang melibatkan keluarga masing-masing. Hal itu membuat untuk sekali aksi melibatkan banyak orang sebagai 'tumbal'.

"Kemarin-kemarin yang mengebom kan hanya satu-satu orang. Nah, terakhir ini satu keluarga. Ini cerita apalagi sekarang, saya lihat ini tentang kemanusiaan, keyakinan. Mengerikan sekali," kata Uskup Ignatius di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Senin (14/5).

Kata Uskup Ignatius Ketika Satu Keluarga Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri
Mgr Ignatius Suharyo bersama dua romo Gereja Katedral, Jakarta. (Reyn Gloria/JawaPos.com)

Apalagi teroris itu melibatkan anak-anak. Uskup Ignatius Suharyo meyakini, anak-anak yang terlibat itu tidak mengetahui dan tidak mengerti tindakan yang dilakukan. Apalagi anak-anak itu terkena bom bersama kedua orang tuanya.

"Saya kira anak-anak yang kecil itu nggak mengerti. Apa-apa diajak saja. Yang jelas ini peristiwa yang menjadi tragedi bagi Indonesia, utamanya Surabaya," ujar Uskup Ignatius.

Sebagai Uskup, Ignatius merasa heran atas hilangnya rasa kemanusiaan oleh ideologi. Dia berharap para ahli terus mengoptimalkan gerakan deradikalisasi di tengah masyarakat agar aksi teroris tidak meluas.

Sedangkan deradikalisasi di Katolik lebih mengoptimalkan Pancasila dan Bhineka. "Kalau di katolik, kita gaungkan semboyan amalkan Pancasila, Kita Bhineka, Kita Indonesia. Gerakan itu supaya sadar cinta tanah air. Sadar sejarah dan ikut bertanggung jawab untuk masa depan Indonesia," pungkasnya.

(rgm/JPC)

Alur Cerita Berita

Sejumlah Warga Dievakuasi ke Blok D 14/05/2018, 20:35 WIB
Warga Malang Tidak Takut Teroris 14/05/2018, 20:35 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up