JawaPos Radar

Kikis Paham Radikal

Cerianya 7 Anak Bomber Surabaya Ketika Buka Bersama Dengan Mensos

13/06/2018, 09:10 WIB | Editor: Ilham Safutra
Cerianya 7 Anak Bomber Surabaya Ketika Buka Bersama Dengan Mensos
Menteri Sosial Idrus Marham memberikan keterangan usai menerima tujuh anak korban terorisme di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (12/6). (Miftahulhayat/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Tujuh anak pelaku aksi terorisme di Surabaya dan sekitarnya memasuki episode baru dalam hidupnya. Ke depan, mereka akan menjadi tanggung jawab negara melalui Kementerian Sosial (Kemensos).

Menjelang magrib kemarin, mereka tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Tiga laki-laki dan empat perempuan. Mereka disambut Menteri Sosial Idrus Marham bersama jajaran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Sekilas kondisi mereka sudah baik. Kami buka bersama, duduk di lantai. Ada yang tertawa-tawa," kata politikus Partai Golkar itu.

Cerianya 7 Anak Bomber Surabaya Ketika Buka Bersama Dengan Mensos
Menteri Sosial Idrus Marham memberikan keterangan usai menerima tujuh anak korban terorisme di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (12/6). (Miftahulhayat/Jawa Pos)

Idrus juga sempat memberikan motivasi supaya anak-anak tersebut kembali bersemangat menjalani kehidupan. Sebelum diserahterimakan dari Polda Jawa Timur ke Kemensos, ada di antara anak-anak itu yang menjalani perawatan. Sampai dipastikan kondisinya baik, baru diterbangkan ke Jakarta.

Mereka terbang dengan Batik Air. Untuk selanjutnya di mana anak-anak tersebut akan ditempatkan, Idrus tidak bisa menyampaikan. Yang pasti, kata dia, mereka berada dalam tanggung jawab Kemensos serta ditempatkan di fasilitas yang sangat layak.

Untuk tahap pertama, anak-anak tersebut akan menjalani penyesuaian dengan lingkungan barunya. Kemudian, mulai dilakukan upaya pengikisan paham-paham radikal yang sebelumnya ditanamkan orang tua mereka. Dalam jangka panjang, anak-anak itu tetap berhak mendapatkan akses pendidikan sehingga menjadi pribadi yang mandiri.

Sayang, awak media tidak bisa memantau secara langsung keberadaan anak-anak tersebut. Setelah mendarat, mereka dibawa ke ruang VIP Bandara Halim Perdanakusuma sampai jam buka bersama.

Sempat beredar kabar bahwa anak-anak tersebut dibawa ke Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) Handayani, Bambu Apus, Jakarta Timur. Sebab, saat memberikan keterangan, Idrus didampingi Kepala PSMP Handayani Neneng Heryani.

Saat dikonfirmasi, Neneng membeberkan lebih detail. Dia mengatakan, upaya rehabilitasi atau penanganan sosial anak-anak pelaku teroris itu bukan yang pertama dilakukan Kemensos. Sudah ada lebih dari 80 anak pelaku teroris yang telah mendapatkan pendampingan dari Kemensos.

Pagi harinya penyerahan secara simbolis dilakukan di Mapolda Jatim. Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin menyatakan, setelah ada asesmen lanjutan, baru bisa diputuskan apakah tujuh anak tersebut akan dikembalikan kepada keluarga masing-masing atau dicarikan keluarga baru.

Mereka antara lain adalah Ais, 8, putri pelaku teror bom Mapolrestabes Surabaya Tri Murtiono. Kemudian AR, 15; FP, 11; dan GHA, 10; anak-anak Anton Febrianto, terduga teroris di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Sisanya adalah DNS, 14; AISP, 10; dan HA, 6; anak-anak Dedy Sulistianto, terduga teroris yang tewas dalam operasi di Manukan, Surabaya. 

(wan/byu/deb/c9/oki)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up