Hafal 10 Juz Alquran, Dua Pemuda Diundang Raja Salman untuk Berhaji

12/08/2018, 17:42 WIB | Editor: Ilham Safutra
Dua hafiz dari 40 WNI yang diundang khusus dari Raja Salman untuk mengikuti ibadah haji di Arab Saudi. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Indonesia memiliki banyak pendakwah dan hafiz dan hafizah yang memiliki peran besar dalam penyebaran syiar Islam. Kepiawaian para pendakwah itu mendapat perhatian dari pemimpin Arab Saudi Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Saat ini ada 40 warga negerai Indonesia (WNI) mendapat undangan dari Raja Salman. Mereka mendapatkan kesempatan berhaji secara khusus.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi menuturkan, 40 WNI yang diundang berhaji secara khusus oleh Raja Salman itu karena dinilai telah berkiprah dan memberikan dampak positif di antara kaum muslim di Indonesia.

"Raja Salman memberikan undangan haji kepada 40 orang hari ini sebagai ganjaran karena telah berkiprah di kalangan muslim Indonesia, dan memberikan dampak positif," kata Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi pada Minggu (12/8).

Dari 40 peserta yang diundang itu, ada dua remaja laki-laki yang turut berangkat ke Saudi. Mereka adalah Muhammad Izhar Ashamy, 17, asal Jawa Timur; dan Husaini Muhtadi Azri, 16, asal Lombok. Keduanya merupakan pemenang juara 1 dan 2 lomba menghafal Alquran sebanyak 10 juz dan 500 Hadist Quran.

Muhammad Izhar Ashamy merupakan salah satu santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Irsyad Bondowoso. Dia berhasil menghapal 500 hadist. Husaini Muhtadi Azri merupakan santri Ponpes Al-Aziziyah yang berhasil menghapal sebanyak 10 juz Alquran.

Atas prestasinya itu dia mendapat undangan istimewa untuk melakukan ibadah Haji dari Raja Salman. Keduanya mengaku sangat senang dan tak menyangka bisa pergi haji. Atas undangan itu, dua remaja laki-laki merasa bahagia sekali. "Saya berdoa ingin bertemu orang tua di Raudoh," ungkapnya.

Untuk diketahui, selama ini Azri telah ditinggal kedua orang tuanya sejak kecil. Selama jadi santri, Azri bercita-cita bisa menjadi imam di Makkah. "Ibu sudah meninggal saat saya kelas satu SD dan ayah waktu SMP. Kalau cita-cita, pengen sekali jadi Imam Mekah," lanjut Azri pada Minggu (12/8) di Kediaman Dubes Arab Saudi untuk Indonesia.

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi