JawaPos Radar

Brebes Panen Raya, Stok Bawang Merah Nasional Aman

12/06/2018, 20:08 WIB | Editor: Imam Solehudin
Petani Bawang
Dirjen Hortikultura, Suwandi ketika meninjau lokasi panen raya bawang di Brebes, Selasa (12/6). (Dok.JawaPos)
Share this

JawaPos.com - Kabupaten Brebes merupakan salah satu sentra bawang merah terbesar. Kontribusinya mencapai 21 persen dari produksi nasional.

Sepanjang Juni-Agustus, sejumlah petani di sana diketahui bakal memasuki masa panen. Kabar ini cukup menggembirakan, sehingga stok ketersediaan bawang tercukupi. Terlebih mendekati Idul Fitri.

“Ini kita pantau pertanaman di Brebes dan kini masuk panen raya bulan Juni hingga Agustus. Hasilnya mampu memasok kebutuhan kota-kota besar bahkan sampai luar Jawa,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertaniaan (Kementan), Suwandi saat mengunjungi sentra bawang merah di Desa Padasugih, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Selasa (12/6).

Suwandi menuturkan proses budidaya dan tata kelola bawang merah terus diperbaiki dan ditingkatkan. Misalnya melalui penggunaan benih dari umbi yang unggul dan pengenalan proses budidaya ramah lingkungan.

“Brebes sedang menyiapkan benih untuk dipasok ke Jawa Barat,” ujarnya.

Pada aspek hilir, sambung Suwandi, Kementan mengembangkan industri pasta, pengenalan olahan kripik bawang merah, penggunaan teknologi penyimpanan dan sebagian hasil diekspor.

“Kini sedang mempersiapkan ekspor ke Thailand pada bulan Juli-Agustus nanti,” ucapnya.

“Penanganan hulu-hilir pendekatan Kawasan dengan mendorong ekspor serta meningkatkan kesejahteraan petani ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman,” pintanya.

Senada, Kasubdin Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Sodikin menambahkan bahwa setiap tahun Brebes tanam bawang merah 30 hingga 35 ribu hektar.

Produksinya rata-rata bisa menembus 300 hingga 350 ribu ton.

"Panen raya rutin terjadi pada bulan Juni-Agustus. Bulan Juni ini panen raya seluas 3.324 hektar dan Juli nanti panen 4.607 hektar," lanjut dia.

Adapun panen raya Juni rata-rata produktivitasnya 10 ton per hektar menghasilkan 33 ribu ton dan Juli 46 ribu ton.

"Juni-Juli nanti rata-rata sehari mampu memasok 1.295 ton, untuk melayani keseluruh wilayah Indonesia. Sebagai contoh DKI Jakarta hanya membutuhkan 90 hingga 100 ton hari,” pungkasnya.

(mam/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up