alexametrics

Melintasi Tol Sekaligus Cuci Mata

Pesona Gunung di Sepanjang Pandaan-Malang
12 Mei 2019, 14:31:28 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana meresmikan tol Pandaan-Malang seksi 1-3 besok (13/5). Tol sepanjang 31 kilometer itu mempercepat perjalanan menuju Malang dari arah Surabaya. Kemarin Jawa Pos merasakan langsung daya tarik melintasi tol tersebut.

Tol itu memiliki pemandangan pegunungan dan pedesaan yang khas. Jawa Pos berangkat pukul 08.20 dari Surabaya lewat tol Gempol-Pandaan. Pagi itu suasana bisa dibilang ramai lancar. Selanjutnya, saatnya start di kilometer 58, titik awal tol Pandaan-Malang.

Memasuki tol Pandaan-Malang, suasana berganti sepi. Hanya tinggal mobil Jawa Pos yang bergerak. Sesekali juga melintas kendaraan proyek milik PT Pembangunan Perumahan, penggarap tol. Sama dengan tol trans-Jawa, jalan tidak berupa aspal, melainkan beton.

Pemandangan yang memanjakan para pengguna tol mulai bisa dirasakan saat memasuki kilometer 63. Panorama Gunung Arjuno bisa dinikmati di sisi kanan jalan. Pagi itu Gunung Arjuno samar-samar tertutup kabut. Memasuki seksi 3, gunung tertinggi di Pulau Jawa, Semeru, juga gagah menyambut.

Tol Malang-Pandaan tampak dari 2000 kaki pesawat Hercules TNI AU. Ruas tol ini menghadirkan pesona gunung yang menyejukkan mata. (Darmono/Jawa Pos Radar Malang)

Gunung eksotis di Jawa Timur lainnya juga bisa Anda nikmati ketika keluar dari exit gerbang tol Singosari menuju Karanglo. Di depan ada Gunung Panderman. Sementara itu, di sisi kiri jalan terlihat Gunung Kawi.

Pemandangan lain yang menyita perhatian adalah hamparan sawah terasering. Sekilas mirip dengan pedesaan di Ubud, Bali. Dengan rumah perkampungan. Pemandangan semakin memanjakan mata karena perbukitan Tengger memanjang di kanan-kiri jalan.

Bukan hanya pemandangan pegunungan dan pedesaan, pembangunan konstruksi tol yang membelah bukit juga membuat suasana berkendara di jalur tersebut tidak monoton. Dari pantauan koran ini, setidaknya ada tiga ruas jalan di sepanjang seksi 1-3 yang membelah bukit.

Misalnya kilometer 67. Ruas itu membelah bukit setinggi 15 meter. Belahan bukit tertinggi berada di kilometer 78. Di area tersebut, jalan tol membelah bukit setinggi 43 meter. Pengguna tol bisa merasakan sedang bertamasya ke pegunungan ketika melintas di ruas tersebut.

Tol Trans-Jawa segmen Malang Pandaan. (Galih Cokro/Jawa Pos)

Beberapa overpass yang melintang di atas jalur tol juga menambah daya tarik. Pipa-pipa biru dipasang di konstruksi jembatan dengan penguat sling baja. Mirip sekali dengan desain Suramadu, hanya minus tiang fondasi penyangga.

Selama perjalanan, beberapa kelokan juga dijumpai di seksi 1-3. Karena itu, Humas PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) Agus Tri Antyo meminta pengguna tol tidak terlalu kencang saat melintas. Kecepatan ideal berkendara di tol Pandaan-Malang adalah 80 kilometer per jam.

Kecepatan itu, menurut Agus, juga relatif aman untuk menghindari jarak pandang yang terbatas di beberapa titik. Terutama ketika jalur tersebut tertutup kabut yang turun tidak menentu dari pegunungan.

Di sepanjang tol tersebut, fasilitas rambu petunjuk jalan dan imbauan telah dipasang lengkap. Namun, yang berniat bepergian ke Malang lewat tol tersebut sebaiknya mengisi tangki BBM secara penuh. Sebab, hingga kemarin belum ada SPBU yang dibangun di seksi 1-3.

Rest area juga belum sepenuhnya jadi. Pantauan Jawa Pos, ada empat titik rest area yang berhadapan. Dua di jalur Pandaan-Malang, dua lainnya di jalur sebaliknya. Kemarin di empat titik rest area itu masih dilakukan pemadatan tanah.Agus menjelaskan, rest area tersebut akan rampung Desember mendatang.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (elo/c11/c10/git)