JawaPos Radar

Mengenal Mulsa, Plastik 'Sakti' untuk Tanaman Hortikultura

10/07/2018, 19:46 WIB | Editor: Imam Solehudin
Plastik Mulsa
Salah satu pabrik penghasil plastik mulsa di Surabaya, Jawa Timur. (Ist/Jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Penggunaan mulsa dalam pengembangan tanaman hortikultura, memiliki peranan yang cukup penting. Mulsa, yang notabene jenis plastik untuk tanaman seperti cabai, tomat, hingga melon, sangat baik digunakan di daerah tropis.

Salah satu pabrik yang memproduksi mulsa adalah PT Mutiaracahaya Plastindo di Surabaya, Jawa Timur. Mereka memproduksi Plastik Mulsa Hitam Perak LLDPE.

"Plastik mulsa ini baik digunakan untuk aneka tanaman sayur dan buah. Ini adalah sarana prasarana yang baik," ujar Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi ketika berkunjung ke lokasi pabrik, Senin (10/7).

Dijelaskan Suwandi, dibandingkan dengan budidaya konvensional, penggunaan mulsa memiliki beragam manfaat. Milsanya menjaga kelembaban tanah, mengurangi evapotranspirasi, menekan perkembangan gulma, mengurangi kehilangan pupuk akibat penguapan.

Kemudian memperbanyak intensitas sinar matahari, mengurangi aliran air permukaan, hingga menekan hama."Plastik mulsa ini dinamakan hitam perak dikarenakan terdiri dari dua warna tersebut. Lapisan berwarna perak berada di bagian atas dan warna hitam berada di bagian bawah," jelas Suwandi.

Warna perak berada di bagian atas memberikan manfaat sebagai pemantul cahaya matahari. Dengan pemantulan balik ini maka proses fotosintesis menjadi lebih maksimal.

"Kondisi tanaman tidak terlalu lembab sehingga mengurangi penyakit dan mengusir serangga pengganggu seperti Thrips dan Aphids," ungkapnya.

Sementara itu warna hitam yang diletakkan di bagian bawah, mampu menyerap panas sehingga suhu pada perakaran menjadi lebih hangat. Dengan suhu yang hangat maka akar akan berkembang optimal.

"Pemakaian warna hitam diklaim mampu mencegah sinar matahari tembus ke dalam tanah sehingga dapat menekan pertumbuhan gulma," pungkas Suwandi.

Dalam kunjungan singkat tersebut, rombongan dikenalkan proses pembuatan mulsa mulai dari bentukan bijih plastik beserta bijih pewarna hitam dan peraknya.

Disampaikan juga bahwa dalam 8 jam produksi, pabrik dapat menghasilkan empat ton mulsa. Produksi pembuatan dilakukan selama 24 jam non stop. Ini artinya produksi bisa mencapai 12 ton.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up