JawaPos Radar | Iklan Jitu

Lantik Doni Monardo, Presiden Jokowi Tak Langgar Peraturan

09 Januari 2019, 14:46:27 WIB
Doni Monardo
Presiden Joko Widodo menyalami Letjen Doni Monardo di Istana Negara, Rabu (9/1). Doni resmi menjadi Kepala BNPB menggantikan Willem Rampangilei (Fathra/JPNN/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Letnan Jenderal TNI Doni Monardo sebagai perwira sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Doni diketahui masih tercatat sebagai perwira tinggi aktif.

Ditunjuknya Doni sempat menuai perbincangan lantaran dirinya masih aktif di militer.

Menanggap hal tersebut Peneliti Pertahanan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Iis Gindarsah‎ mengatakan Presiden Jokowi tidak salah walapun Doni masih aktif sebagai perwira TNI.

Karena berdasarkan Perpres Nomor 1/2019, pelibatan Kemenkopolhukam di badan BNPB dan Ke‎pala BNPB dapat dijabat oleh prajurit TNI aktif.

"Pemerintah baru menerbitkan Perpres Nomor 1 tahun 2019. Setelah ada Perpres itu penempatan perwira aktif itu diperbolehkan berdasarkan regulasi," ujar Iis kepada JawaPos.com, Rabu (9/10).

Oleh sebab itu yang dilakukan Presiden Jokowi tidak melanggar aturan. Pasalnya tidak mungkin Presiden Jokowi mengambil langkah yang bertolak belakang dengan peraturan.

"Pemerintah kan enggak mengambil langkah-langkah yang tidak sesuai dengan regulasi tentunya. Karena ada regulais baru otomatis bisa menempatkan perwira aktif," katanya.

Iis mengaku setuju Kepala BNPB dijabat oleh TNI. Mengingat setahun terakhir banyakna bencana alam di Indonesia. Sehingga memang perlu ada keahlian yang memadai.

"Saya kira ini urgensi tersendiri. Di satu sisi Indonesia adalah masuk ke dalam ring of fire," pungkasnya.

Sebelumnya, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo masih berstatus sebagai perwira aktif meski sudah secara resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Presiden Jokowi menegaskan, perwira TNI aktif atau bukan tidak terlalu menjadi pertimbangannya dalam memilih Doni. Ia lebih melihat sosok Doni mempunyai manajemen yang kuat kepemimpinan sehingga mampu mengoordinasikan penanganan bencana.

"Saya tidak melihat aktif atau tidak aktif, tetapi yang ingin saya melihat adalah manejemen yang kuat, tindakan yang cepat di lapangan," kata Jokowi usai melantik Doni di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/1).

Presiden Jokowi memastikan bahwa status Doni yang masih perwira aktif tak menabrak aturan. ‎Karena dalam melantik sesorang pemerintah taat kepada aturan.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Gunawan Wibisono

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up