JawaPos Radar

Gempa Aceh

Pengiriman Bantuan Korban Gempa Aceh Gunakan Pesawat Hercules dan Cargo

08/12/2016, 20:22 WIB | Editor: Ilham Safutra
Pengiriman Bantuan Korban Gempa Aceh Gunakan Pesawat Hercules dan Cargo
Mesjid Gampong Meuko Kuthang, Meurdue, Pidie Jaya, hancur setelah gempa 6,5 SR, Rabu (7/12). (Idris Bendung/Rakyat Aceh/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Upaya penanganan darurat akibat gempa di Aceh, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan bantuan logistik dan peralatan ke Pidie Jaya, Kamis (8/12).

Pengiriman bantuan itu menggunakan pesawat Hercules TNI-AU dan pesawat cargo dari Lanud Halim Perdanakusuma ke Bandara Blang Bintang.

BNPB terus mengkoordinir potensi nasional untuk membantu penanganan darurat pasca gempabumi 6,5 SR di Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen, Provinsi Aceh.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei menyatakan, bahwa sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), hari ini (8/12) masih dilakukan upaya pencarian dan penyelamatan korban.

Pencarian dilakukan tiga tim SAR dengan fokus ruko Merdu, Bandar Dua, dan mobile.

"Priortas tanggap darurat sesuai arahan Presiden adalah pencarian dan penyelamatan korban. Upaya ini dipimpin oleh Basarnas dengan dukungan TNI, Polri, BPBD dan relawan," ungkap Willem Rampangilei saat berada di Pidie Jaya, Kamis (8/12), dalam keterangan persnya yang diterima JawaPos.com.

Dikatakannya, Presiden Jokowi juga meminta BNPB, kementerian/lembaga dan Pemerintah daerah untuk melakukan pendampingan dan pemberian bantuan selama masa tanggap darurat dan pemulihan.

Untuk diketahui, bantuan yang dikirim dari Jakarta senilai Rp 3,5 miliar. Bantuan itu berupa tenda pengungsi 20 peti, genset 2.800 watt 30 unit, velbed 100 unit, tenda gulung 1.000 unit, lauk-pauk, tikar, peralatan dapur, selimut dan lainnya.

Pada Jumat (9/12/2016) akan diterbangkan kembali bantuan logistik dan peralatan ke Aceh.

Willem mengatakan, aktivasi posko telah dilakukan pada hari ini. Posko dipimpin oleh Wakil Bupati Pidie Jaya.

Pendataan terus dilakukan oleh tim gabungan. Total jumlah pengungsi 11.142 jiwa. Mereka tersebar di rumah-rumah saudara atau kerabatnya dan di 28 titik pos pengungsian.

Pendirian dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi terus ditingkatkan dengan mendirikan pos dapur umum, pos kesehatan, dan dukungan sanitasi.

Terkait kebutuhan peralatan, Kemen PU telah mengerahkan 4 tangki air, 70 hidran umum, 80 MCK mobile, alat berat (loader, stonebreaker, dan eskavator) dan sebagainya. Kementerian PU juga akan melakukan audit bangunan fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, data sementara terdapat 10.534 unit rumah rusak. Tingkat keruskan itu, 2.015 rusak berat, 85 rusak sedang, dan 8.434 rusak ringan.

Selain itu juga terdapat 105 ruko roboh, 19 ruko rusak berat, dan 55 masjid rusak berat. Beberapa bangunan seperti kantor pemerintah, sekolah, musala dan lainnya terdapat kerusakan.

Untuk bantuan korban, Kementerian Sosial (Kemensos) akan memberikan santunan kepada korban meninggal Rp 15 juta/orang dan luka berat maksimal Rp 5 juta/orang. Korban luka dirujuk di beberapa rumah sakit di Banda Aceh, Sigli, Bireuen, maupun rumah sakit lapangan. (iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up