JawaPos Radar

Resmikan RSUD Ir Soekarno, Menko PMK Titip Pesan Khusus

08/11/2017, 13:06 WIB | Editor: Ilham Safutra
Menko PMK Puan Maharani, RSUD Soekarno
Menko PMK Puan Maharani saat meresmikan RSUD Ir Soekarno (Kemenko PMK)
Share this

JawaPos.com - Nama proklamator Soekarno memang diabadikan dalam berbagai bentuk. Mulai dari bandara, jalan maupun tempat. Terbaru nama presiden pertama itu diabadikan sebagai nama rumah sakit umum daerah (RSUD).

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mengubah nama RSUD setempat menjadi dari RSUD Sukoharjo menjadi RSUD Ir Soekarno. Pergantian nama ini diresmikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Selasa (7/11).

Menurut Menko PMK, keberadaan rumah sakit di era jaminan kesehatan menjadi sangat penting di tengah kebutuhan akan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. Mutu dan kualitas pelayanan kesehatan itu dapat diukur melalui akreditasinya.

Menko PMK Puan Maharani, RSUD Soekarno
Menko PMK Puan Maharani menyerahkan bantuan kepada warga Sukoharjo. (Kemenko PMK)

Seperti yang diketahui, bahwa RSUD Kabupaten Sukoharjo sudah mencapai paripurna dalam standar akreditasi penilaian tertinggi. Oleh karena itu, penggunaan nama Ir. Soekarno pada RSUD harus menjadi motivasi kuat bagi seluruh jajaran RSUD untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat Sukoharjo dan sekitarnya.

Pada kesempatan itu, Menko sekaligus mengimbau agar rumah sakit mampu membantu masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit. "Jadikan rumah sakit tak hanya sebagai rujukan orang yang sakit, namun sekaligus fungsikan peran rumah sakit untuk sarana edukasi kesehatan. Buka rumah sakit bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi mencegah sakit dengan upaya promotif preventif", tutur Puan Maharani.

Ditambahkannya, rumah sakit juga harus mampu menunjukkan keramahan, jangan membuat masyarakat takut berobat dan khawatir ditolak atau tak dilayani. "Pengelolaan SDM rumah sakit harus prima, layani pasien dengan senyum, ikhlas, dan sabar. Pelayanan yang baik tak hanya pada saat pengobatan, namun berbagai layanan lainnya," terang cucu Soekarno itu.

Menurut Menko PMK hal tersebut sangat penting karena dengan kepuasan masyarakat yang tinggi akan mendukung suksesnya program JKN. Menko PMK sebagai wakil pemerintah sekaligus wakil dari keluarga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas usulan nama RSUD Ir Soekarno. Penggunaan nama proklamator sebagai nama fasilitas dan sarana pelayanan kepada masyarakat membawa konsekuensi yang tidak ringan. Salah satunya adalah menjaga kredibilitas dari nama yang telah disandangnya.

Di depan awak media Puan berpesan agar perubahan nama RSUD menambah motivasi untuk bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dari sebelumnya. "Tadi saya bertanya kepada pasien mereka cukup puas dengan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit, serta pelayanan Jamkesmas dan BPJS kesehatan berjalan sebagaimana mestinya", kata putri Megawati Soekarnoputri itu.

Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penekanan tombol yang membuka kain selubung patung Ir Soekarno oleh Menko PMK. Pada Kesempatan ini, Menko PMK sekaligus memberikan bantuan berupa pemberian makanan tambahan (PMT) untuk anak sekolah, balita dan ibu hamil sebanyak 1,5 ton; PKH untuk 30 kelompok usaha bersama senilai Rp 20 juta; ODF (Pembangunan Jamban) kepada 3451 KK dengan total nilai Rp 5,176 M;

Selain itu penyerahan Sertifikat Proda 485 sertifikat; MOP (KB bagi bapak-bapak) sebanyak 6 orang; dan Paket Sembako untuk 147 keluarga miskin dengan nilai Rp 150.000 per paket.

Tampak hadir dalam kesempatan ini, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya beserta istri, Direktur Utama RSUD Kabupaten Sukoharjo, Gani Suharto, Ketua DPRD Sukoharjo, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo, serta Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK Sigit Priohutomo.

(iil/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up