JawaPos Radar

Menristekdikti Ingatkan Perguruan Tinggi agar Ramah Disabilitas

08/05/2018, 15:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Menristekdikti Ingatkan Perguruan Tinggi agar Ramah Disabilitas
Pelaksanaan Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 tengah berlangsung di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (8/5). (Issak Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 diikuti oleh sebanyak 860.001 peserta ujian. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir pun meninjau langsung Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA), di Singaraja, Bali.

Nasir menyampaikan, Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) diikuti oleh sebanyak 833.820 peserta. Sementara itu, Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) diikuti oleh sebanyak 26.181 peserta.

Selain itu, ada juga peserta dari lulusan paket C sebanyak 1.078 orang dan peserta penyandang disabilitas sebanyak 365 orang. Penyandang disabilitas peserta uijan terdiri atas 122 peserta tunarungu, 107 peserta tunanetra, 43 peserta tunawicara dan 93 peserta tunadaksa.

Menristekdikti Ingatkan Perguruan Tinggi agar Ramah Disabilitas
Pelaksanaan Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 tengah berlangsung di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (8/5). (Issak Ramadhan/JawaPos.com)

"Tahun ini peserta SBMPTN juga diikuti oleh anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tengah bekerja di luar negeri," ujar Nasir di Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA), Singaraja, Bali, Selasa (8/5).

Dalam kesempatan itu, Nasir pun mengimbau agar rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tidak mendiskriminasi peserta dari paket C dan penyandang disabilitas.

"Perguruan tinggi harus ramah terhadap semua pihak. Tidak boleh ada diskriminasi dan harus memberikan sarana pendukung terhadap peserta disabilitas jika peserta tersebut lulus," jelasnya.

Selain itu, Nasir pun menyampaikan perbedaan sistem penilaian tahun ini dari tahun sebelumnya. Tahun 2017 diberlakukan sistem minus 1, sedangkan untuk tahun ini diubah menjadi 'item respond theory'.

Sistem penilaiannya yaitu, apabila jawabannya benar mendapat nilai 1. Sedangkan, apabila jawabannya salah dan/atau tidak diisi mendapat nilai 0.

"Maka dari itu saya mengingatkan kepada semua peserta agar tidak meninggalkan soal," tutur Nasir.

Dirinya pun mengingatkan panitia seleksi SBMPTN agar mewaspadai setiap potensi kecurangan yang muncul dari pelaksanaan ujian. Bagi mahasiswa yang terbukti menjadi joki akan dikeluarkan dari kampus.

"Panitia yang terbukti membocorkan soal akan dipidanakan karena soal ujian termasuk dokumen negara," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia SBMPTN 2018 Ravik Karsidi menyampaikan, pendidikan tinggi untuk penyadang disabilitas telah diatur dalam Permenristekdikti Nomor 46 Tahun 2017 tentang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus di Perguruan Tinggi.

Menurut Ravik, penyandang disabilitas harus bisa mendaftarkan diri ke perguruan tinggi. Sebab, baik PTN maupun perguruan tinggi swasta telah memiliki fasilitas penunjang bagi mahasiswa penyandang disabilitas.

(ce1/rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up