JawaPos Radar

Beda dengan Indonesia, Begini Manajemen Haji ala Bangladesh

07/09/2018, 14:25 WIB | Editor: Imam Solehudin
Jamaah Haji 2018
Petugas haji Bangladesh berbagi ilmu manajemen haji dengan petugas haji Indonesia di kantor daker Madinah. (Firzan Syahroni/JawaPos)
Share this

JawaPos.com – Setelah mendapat kunjungan dari petugas haji India, kali ini Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah berbagi ilmu dengan Bangladesh. Pada Kamis (6/9) malam, delegasi petugas haji Bangladesh berkunjung ke kantor daker Madinah untuk bersilaturahmi, sekaligus saling menimba ilmu.

Perwakilan petugas haji Bangladesh, Amin Ullah Nuri, ingin tahu bagaimana penyelenggaraan haji Indonesia. Dia mengapresiasi manajemen haji Indonesia. Meski memiliki jumlah jamaah haji yang besar, tapi manajemen berjalan dengan baik.

Mulai dari pendaftaran hingga pelaksanaan haji di Arab Saudi. "Sebenarnya studi banding seperti ini sangat kita butuhkan untuk menggali bagaimana Bangladesh melayani jamaah haji mereka. Dengan demikian, jika kita menemukan hal-hal yang perlu diperbaiki, kita bisa sharing bersama untuk perbaikan ke depan," ujar Kepala Daker Madinah, Mohammad Khanif di Madinah.

Sistem penyelenggaraan haji Bangladesh berbeda dengan Indonesia. Di Bangladesh, jumlah haji khusus yang dikelola swasta lebih besar, yakni lebih dari 100 ribu orang. Sedangkan haji reguler hanya 7.000 orang.

Di Indonesia, peserta haji khusus hanya sekitar 17 ribu orang. Sedangkan haji regular mencapai 204 ribu jamaah. Biaya haji reguler atau dikelola pemerintah Bangladesh lebih besar, yakni sekitar Rp 60 juta.

Tarif haji regular lebih mahal dari swasta karena pemerintah Bangladesh menyewa hotel di wilayah Markaziyah yang terdekat dengan Masjid Nabawi. "Kalau haji khusus di Bangladesh malah menempati hotel di luar Markaziyah," terang Khanif.

Jumlah petugas haji juga berbeda. Bangladesh hanya menyediakan 200 orang petugas haji. Padahal jumlah jamaah haji mereka lebih dari 107 ribu. Bandingkan dengan Indonesia yang jumlah total petugas haji lebih dari 4 ribu orang untuk melayani 221 ribu jamaah.

Khanif menyambut baik kunjungan delegasi Bangladesh itu. Menurut dia, hampir setiap tahun pihaknya menerima kunjungan serupa dari negara-negara tetangga. Biasanya, Malaysia yang paling sering berkunjung. "Ini penting karena kita bisa belajar juga dari mereka tentang hal-hal positif," jelasnya.

Sebelum Bangladesh, PPIH Arab Saudi daker Madinah menerima kunjungan dari petugas haji India. Pertemuan dua negara tersebut juga bertujuan saling berbagi informasi tentang pengelolaan haji masing-masing.

oni/jpk

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up