JawaPos Radar

Gelar Rapat Khusus, Kemensos Fokus Penyaluran PKH Tahap Pertama

07/02/2018, 01:14 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Mensos Idrus Marham
Mensos Idrus Marham saat mengecek bantuan yang akan disalurkan ke Asmat, Papua. (dok kemensos)
Share this image

JawaPos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) kembali melaksanakan rapat khusus. Kali ini agendanya terkait penyaluran bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) tahap I.

Penyerahan bansos PKH tahap pertama ini rencannya  akan dilakukan bersamaan dengan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Tentunya, ini menjadi tanggung jawab kami semua, untuk menyukseskan penyaluran bansos ini adalah tanggung jawab seluruh satuan kerja di lingkungan Kemensos dan seluruh stakeholder terkait,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos Hartono Laras ketika memberikan arahan pada rapat tersebut, Selasa (6/2).

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat mengatakan, penyaluran bansos PKH tahun 2018 mulai disalurkan bulan Februari.

"Tahapan penyaluran PKH memasuki tahap 1 akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan yaitu Bulan Februari,” papar Harry.

Penyaluran bantuan sosial PKH melibatkan berbagai pihak dan stakeholder terkait untuk memastikan bansos tersalurkan tepat sesuai waktu yang telah ditetapkan.

"Peningkatan kerjasama antara Kementerian Sosial, Pemerintah Daerah dan Bank-Bank Himbara perlu dilakukan untuk memastikan pencairan tepat waktu," lanjut Harry.

Hari menambahkan, pelaksanaan penyaluran PKH tahap I dapat menjadi media bersama untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan PKH.

"Banyak pihak berkepentingan memastikan KPM PKH menerima bantuan sosial sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, sekaligus menjadi media koordinasi dan evaluasi bersama serta mencari solusi dari kendala yang dihadapi," harap Harry.

Seperti diketahui, bansos PKH disalurkan oleh empat bank pemerintah yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN yang tergabung dalam Himbara.

Kementerian Sosial juga ingin memastikan tersedianya agen bank yang dilengkapi EDC dan tersedianya ATM dimana KPM bisa mengambil bantuan.

"Kami berharap outlet-outlet pencairan bantuan cukup tersedia, sehingga tidak menyulitkan bagi KPM untuk mencairkan bantuannya," pungkas Harry. 

(aim/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up