JawaPos Radar | Iklan Jitu

Direktur PPL Kementan Optimis 500 Ribu Hektar Lahan Rawa Tercapai

06 Desember 2018, 23:04:21 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Direktur PPL Kementan Optimis 500 Ribu Hektar Lahan Rawa Tercapai
Ilustrasi. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Direktorat Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian mempunyai target memperbaiki  kondisi  lahan disepanjang area Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti Cidanau, Ciujung dan Cidurian. Tujuannya tak lain adalah untuk mengendalikan erosi dan melalui pengelolaan lahan yang lebih baik dari segi teknik konservasi air dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Dalam acara Pertemuan Evaluasi Kegiatan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) di Hotel Santika, Depok, Jawa Barat, diketahui bahwa saat ini Ditjen PSP tengah menanti kesiapan seluruh jajaran pemerintahan kabupaten, kota dan provinsi membangun daerahnya masing-masing.

Keempat wilayah yang akan masuk dalam program bantuan ini tersebar di Merauke, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

“Ini program dari Kementan tapi bantuan dari luar negeri. Bantuan tersebut supporting dari daerah baru nanti ada penggantian. Jadi biasanya pinjaman dari luar negeri langsung diberikan tapi kali ini Pak Menteri ingin melihat semangat daerah itu dulu untuk membangn daerahnya terutama yang berada di area aliran DAS yang biasanya erosinya tinggi,” ujar Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan PSP Kementerian Pertanian, Indah Megawati.

Indah Megawati menjelaskan bila Kementan menyediakan embung dan bendungan disepanjang area DAS. Selain menahan erosi, sistem tersebut juga dapat dijadikan area cadangan air. Tak hanya, program lain dari Ditjen PSP Kementan adalah optimasi lahan rawa.

Tercatat 750 hektar hamparan padi siap panen meramaikan acara Hari Pangan Sedunia (HPS)  ke-38 pada tanggal 18-21 Oktober 2018 lalu. Diperkirakan 4000 hektar lahan rawa akan selesai dioptimalisasi hingga 20 Desember 2018 mendatang.

Oleh karena itu, rencananya Kementan akan mengembangkan 500 ribu hektar lahan rawa yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia. “Jadi kita ingin naikkan indeks pertanaman dari 1 kali menjadi 2 kali,” jelas Indah.

Diakui dalam perjalanannya ada sejumlah hambatan yang dialami, diantaranya menetralkan tingkat keasaman lahan rawa yang tinggi dan memilih komoditas tanaman yang cocok ditanami diarea semacam ini.

Terkait Jejangkit, lanjut Indah, saat ini pihaknya terus mengejar penyelesaian program tersebut. Pengawasan ketat dari pusat daerah dilakukan untuk mengawal keberhasilan program itu.

“Pengawasan ketat karena rawa ini kalau ditinggal 1 minggu saja rumputnya langsung setinggi manusia dewasa,” ungkapnya,

Indah juga menjelaskan bila pelaksanaan megaproyek optimasi 500 ribu hektar yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat ini dalam proses penyusunan SID (survey investigasi design).

“Kita optimis jalankan program Pak Menteri. Itu megaproyek yang bagus karena kita tahu potensi rawa kita ratusan ribu hektar dan nggak dimanfaatkan dan kita dukung. Kita tengah mencari lokasi dan membuat SID-nya,” katanya.

Untuk mendukung pengembangan lahan rawa, Kementan meluncurkan program Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani (SERASI) untuk mendukung kelembagaan petani lahan rawa. Penguatan kelembagaan petani dilakukan dengan mengkorporasikan koperasi.

(jpg/bin/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up