
Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 menangis saat berlangsungnya sesi konferensi pers di Jakarta, Senin (5/11). Dalam kesempatan itu sejumlah pihak terkait memaparkan perkembangan proses evakuasi korban dan pesawat Lion Air JT 610.
JawaPos.com - Haru dan pilu. Tangis dan kecewa. Dua kalimat tersebut menggambarkan suasana pertemuan keluarga korban Lion Air JT 610 kemarin (5/11). Mereka menumpahkan semua kesedihan dan keluhan saat bertatap muka dengan para pejabat yang menangani kasus tersebut.
Para keluarga korban kemarin bertemu dengan Kepala Basarnas Marsekal Madya M. Syaugi.
Selain itu, ada juga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, Pangarmada I Laksda TNI Yudo Margono, serta Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Arthur Tampi di ruang pertemuan Hotel Ibis Cawang, Jakarta.
Hampir semua yang diberi kesempatan bertanya menyampaikan dengan suara tercekat. Beberapa di antara mereka bahkan tak kuasa menahan tangis saat menyebutkan nama anggota keluarga yang menjadi korban. Misalnya, Moch. Bambang Sukandar, 62, asal Pati, Jawa Tengah. Dia kehilangan putranya, Pangky Pradana Sukandar, 29.
"Mohon dengan hormat, Pak. Kiranya penumpang JT 610 ini mohon segera dikembalikan ke kami, Pak. Teridentifikasi. Tolong dengan hormat, sekali lagi," kata Bambang dengan suara parau. Dia menuturkan, putranya yang bekerja di perusahaan transportasi di Bangka Belitung itu punya putri berusia 4 tahun.
Dia juga meminta penjelasan soal kabar kerusakan pesawat Lion Air yang terjadi pada malam sebelum kecelakaan. Dia menyebutkan, perlu ada penjelasan dan tanggung jawab dari teknisi yang memeriksa pesawat tersebut. "Jangan sampai kejadian ini berlanjuuut terus di Indonesia tercintaku ini," ujarnya, lantas terisak.
Bambang pulalah yang akhirnya "memaksa" pendiri Lion Air Rusdi Kirana untuk berdiri. Rusdi memang tidak berdiri di atas panggung menghadap keluarga penumpang Lion Air. Rusdi yang menjabat duta besar Indonesia untuk Malaysia itu berdiri di barisan terdepan.
"Saya belum kenal Pak Rusdi Kirana. Mohon dengan hormat untuk berdiri, Pak. Mohon dengan hormat," ucap Bambang dengan suara pelan.
Dia berharap Kementerian Perhubungan bisa memberikan alternatif penerbangan pagi untuk berbagai tujuan. Sebab, penerbangan dari Jakarta ke Babel saat pagi hanya dilayani Lion Air. "Anak saya kalau berangkat pagi dari Jakarta harus melaksanakan tugas, ndak ada pilihan flight selain Lion yang pagi."
Keluarga korban yang lain meminta evakuasi korban diutamakan, bukan hanya kotak hitam (black box). Bahkan, ada usul agar penyelam yang mendapat apresiasi bukan penemu kotak hitam, tapi siapa yang paling banyak mengangkat jenazah.
Rata-rata kekecewaan dilontarkan kepada manajemen Lion Air. Misalnya, soal cukup sulitnya komunikasi dalam sepekan masa pencarian korban. Keluhan juga disampaikan untuk identifikasi jenazah yang butuh waktu lama. Selain itu, mereka meminta ada perwakilan keluarga korban yang dilibatkan dalam penyelidikan di KNKT agar investigasi tidak "masuk angin".
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menuturkan, pihaknya berusaha memfasilitasi keinginan keluarga korban untuk masuk tim investigasi. Tapi bukan menjadi investigator. Sebab, KNKT adalah lembaga independen dan langsung bertanggung jawab kepada presiden. "Kami juga berupaya tidak menyalahi aturan," tegas Soerjanto.
Salah satu bentuk fasilitas itu adalah mengundang perwakilan keluarga penumpang untuk bisa berdiskusi dengan KNKT. Namun, hasil diskusi hanya untuk kalangan terbatas, bukan bahan pengajuan tuntutan. "Jadi, jangan dipakai untuk penuntutan atau masalah hukum yang lain. Kami hanya semata-mata untuk keselamatan," ujarnya.
Tim penyelidik dari KNKT sudah berhasil mengunduh salah satu kotak hitam yang berisi rekaman data penerbangan (flight data record/FDR) dengan hasil yang bagus. Isinya adalah rekaman 69 jam yang memuat data 19 penerbangan dengan total 1.790 parameter.
Dibutuhkan waktu setidaknya dua pekan ke depan untuk memverifikasi dan menganalisis data tersebut. Sementara itu, cockpit voice recorder (CVR) belum ditemukan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
